Pekanbaru dan Padang Potensial Gadai Emas
Minggu, 09 Mei 2010 - 15:42:28 WIB
JAKARTA, METRORIAU.COM - Masyarakat kota Pekanbaru dan Padang dinilai sebagai kota paling potensial sebagai kantong-kantong pegadaian di wilayah Sumatera disamping kota Palembang dan Lampung. Sebanyak 30 persen omset pegadaian dari total omset Rp 200 miliar, berhasil disumbangkan empat kota Sumatera tersebut. Dari 30 persen itu, Pekanbaru menyumbangkan 13 persen disusul oleh Padang senilai 12 persen.
"Pekanbaru dan Padang paling bagus sebagai kantong gadai emas. Karena mereka menyimpan emas biasanya di bawah bantal, lemari, dan bahkan waktu di Padang, mereka sangat khawatir, emasnya ikut kena gempa. Mereka akan melunasi saat harga emas naik, " ujar Maryana Yunus Finance Product Development Department Head – BRISyariah, dalam jumpa pers, di Jakarta Convention Jakarta, Sabtu (8/5).
Mariana berpendapat Pekanbaru dan Padang paling potensiap karena kedua masyarakat itu masih memiliki cara konvensional dalam menyimpan asset berharga. Cara tersebut dipandang efektif, karena sewaktu-waktu bisa dipergunakan untuk keperluan mendadak.
Maryana Yunus mengungkapkan sejak gadai BRISyariah baru dimulai Maret 209, telah memiliki 40 layanan gadai di cabang-cabang BRISyariah, yang terdapat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. "Targetnya kita akan membuka sampai dengan 80 cabang, selain di BRISyariah, kita juga akan kerjasama dengan BRI yang biasa," ujarnya Maryana seraya mengatakan selain Sumatera, gadai BRISyariah juga telah dibuka di Samarinda, Pontianak, Makassar. Selanjutnya akan dibuka di Medan, Aceh, Mataram, Bali dan Jakarta.
Meski baru berusia 1 tahun dan baru dikenal masyarakat, Maryanan berkeinginan produknya tidak hanya untuk kebutuhan yang mendesak, tapi bisa juga digunakan untuk investasi. Jadi jika nasabah memiliki uang, bisa membeli emas. Sebaliknya kalau membutuhkan dana, maka tinggal menggadaikan. Dengan menggadaikan emas, maka tentunya nasabah tersebut memperoleh uang dan pihaknya membebaskan untuk apa saja yang sesuai syariah.
"Jadi dengan uang gadai yang kita dapatkan, kita investasikan lagi untuk membeli emas. Kemudian kita gadaikan lagi kita dapatkan uang, " katanya.
Maryana menjelaskan total pencairan sejak berdiri Maret 2009 hingga April 2010 telah mencapai Rp177 Miliar dan target outstanding masih ada Rp100 miliar. "Jadi target kita 2010 kalau untuk outstanding Rp 132 miliar, tapi untuk pencairan bisa mencapai Rp 200 Miliar," katanya. (Bambang)
(635) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :