Stok Beras Riau Aman
Rabu, 28 Juli 2010 - 06:22:56 WIB
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Divisi Regional (Divre) Bulog Riau dan Kepri jamin ketersediaan beras hingga empat bulan mendatang. Dengan jumlah stok 18.360 ribu ton yang tersimpan di beberapa gudang Bulog Riau, diyakini suplai beras untuk masyarakat miskin itu mampu memenuhi selama Ramadhan dan Idul Fitri.
''Saat ini Bulog Riau Kepri mempunyai stok 18.136 ribu ton yang tersimpan di gudang-gudang Bulog yang ada di Riau. Jumlah tersebut sudah termasuk pasokan tambahan beras yang saat ini (kemarin, red) sedang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Dumai, dengan jumlah 5 ribu ton. Ada pun dari total 18.136 ribu ton tersebut, 14.584 ribu ton adalah stok yang diperuntukan untuk Riau daratan, sisanya jatah stok Kepri,'' kata Humas Divre Bulog Riau dan Kepri, Andi Patris kepada metroriau.com di ruang kerjanya, Selasa (27/7) kemarin.
Dijelaskan Andi, di Riau kecuali Kepri, saat ini ada 6 gudang tempat penyimpanan beras Raskin Bulog, diantaranya Pekanbaru 1.379 ton, Kampar 9.41 ton, Bengkalis 443 ton, Tembilahan 401 ton, Rengat 962 ton, Bunga Raya Kabupaten Siak 329 ton. Masing-masing tempat penyimpanan melakukan distribusi ke daerah terdekat. Dari total jumlah beras raskin yang tersedia tersebut, 100 ton diantaranya diperuntukan sebagai bencana alam. Beras tersebut disimpan di gudang Bulog yang ada di Pekanbaru.
''Sistem pendistribusian Bulog bukan per daerah, melainkan daerah terdekat. Jadi untuk Pekanbaru menyuplai sebagian masyarakat daerah Pelalawan dan Siak,'' terangnya.
Lebih lanjut ujar Andi, sesuai dengan aturan yang berlaku sejak 2003 lalu, Bulog tidak lagi berfungsi sebagai penstabil harga di pasaran. Tetapi keberadaan Bulog hanya sebagai mengakomodir kebutuhan masyarakat miskin saja.
Kalau dilakukan Operasi Pasar Murah (OPM) tetap diperuntukan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada pun sistem pendistribusian Raskin Bulog, diatur dalam Surat Perintah Alokasi (SPA). Dimana saat ini, masing-masing warga berhak mendapatkan jatah beras maksimal 15 kilogram. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 13 kilogram.
''Selama 2010, Bulog belum pernah melakukan OPM. Tetapi, jika terjadi krisis beras, kita pasti mengadakan OPM. Karena itu memang bagian dari program kita,'' pungkas Andi lagi. (Mukhtiar)
(411) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :