Konversi Gas di Meranti Sulit Terealisasi
Kamis, 29 Juli 2010 - 06:13:44 WIB
SELATPANJANG,METRORIAU.COM - Konversi minyak tanah kepada gas yang akan dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, dikhawatirkan akan sulit diterima oleh masyarakat. Hal itu dikarenakan tidak validnya data calon penerima, serta adanya kecemasan masyarakat terhadap dampak buruk penggunaan tabung gas itu.
''Saya khawatir konversi ini nantinya akan sulit diterima oleh masyarakat. Karena sudah pernah saya tanyakan dengan masyarakat terhadap rencana pemberian paket kompor dan tabung gas tiga kilo itu secara gratis kepada masyarakat, namun mereka menolak,'' ungkap Kadis Disperindagkop & UKM Meranti, Drs Zulkarnain HM melalui selularnya, Rabu (28/70).
Menurutnya, katakutan masyarakat terhadap pemakaian kompor dan tabung gas tersebut, dipicu oleh seringnya informasi berita di televisi yang mempertontonkan banyak rumah masyarakat yang meledak, karena tabung gas tiga kilogram yang bocor. ''Selain tayangan tersebut, juga sekarang ini banyak tontonan sinetron yang ada adegan kompor gas meledaknya,'' ujar Kadis.
Dikatakannya, Kondisi itu akan menyulitkan pihak dinas dalam melakukan sosialisasi nantinya. Namun yang pasti, pihaknya telah menyiapkan sebuah presentasi tayangan tentang tatacara menggunakan tabung gas tiga kilo itu dengan aman.''Tayangan itu akan kita pertontonkan pada sosialisasi nantinya. Agar paling tidak, kekhawatiran masyarakat bisa berkurang,''ujar Kadis.
Selain itu, lanjut Zulkarnain, tidak validnya data calon penerima, dikhawatirkan juga akan menjadi satu kendala dalam penyaluran tabung gas itu nantinya. Karena, dikatakannya, dari sebanyak 216.416 jiwa di Kepulauan Meranti, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hanya sebanyak 48 ribu kepala keluarga (KK) yang akan menerimanya.
''Tentu hal ini akan menjadi salah satu kekhawatiran kami nantinya. Karena tidak sesuainya data penerima dengan data yang sebenarnya. Hal ini bisa memicu terjadinya unjukrasa oleh masyarakat,'' aku Zulkarnain.
Disampaikannya lagi, di Kepulauan Meranti paling tidak terdapat 100 ribu kepala keluarga yang tersebar diseluruh kecamatan. Dengan kondisi ketidak validan data calon penerima tabung gas sebelumnya, membuktikan bahwa survey data yang dilakukan beberapa waktu lalu, tidak dilakukan secara detail.
''Seharusnya Tim survey konversi gas lalu tidak asal mendata saja. Karena nantinya masyarakat tidak tahu bahwa kesalahan ini disebabkan dari mana. Yang mereka tahu, jika tidak kebagian kompor gas, maka masyarakat hanya akan mempersalahkan Disperindagkop,'' ujar Zulkarnain. (Susanto)
(257) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :