Empat Perampok Asal Palembang Dibekuk
Senin, 05 Juli 2010 - 18:33:16 WIB
PEKANBARU, METRORIAU.COM - Empat kawanan perampok asal Palembang ditangkap tim buser Poltabes Pekanbaru. Perampok ini telah beraksi di tiga tempat di Riau, yaitu Jalan Paus, Jalan Arifin Ahmad Marpoyan Damai dan Air Molek Indragiri Hulu (Inhu).
Sumber di kepolisian menyebutkan, tersangka pertama yang ditangkap yakni Dedi Saputra (30), warga Perumahan Cendana Bukit Barisan pada pukul 14.00 Wib. Selanjutnya, polisi kembali menciduk tiga rekannya, yaitu Tarmisi (28), Asep Muliyadi (40) dan Diman (32). Ke tiganya ditangkap hari Jumat (2/7) pukul 16.00 Wib di Hotel Kartika Jalan Cik Ditiro.
Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, Kompol Jon Wesly mengatakan, dari empat yang ditangkap, baru tiga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangka, Diman kini baru berstatus sebagai saksi.
Karena ia tidak terlibat melakukan di Pekanbaru. Tapi pernah melakukan di Air Molek bersama kawanan yang ditangkap sekarang. "Diman akan kita kirim ke Air Molek untuk menjalani pemeriksaan polisi," kata Jon kepada metroriau.com, Senin (5/7).
Komplotan Palembang ini, kata Jon, pernah melakukan perampokan beberapa bulan lalu terhadap nasabah bank Mandiri di Jalan Paus. Dalam kasus itu, komplotan ini berhasil membawa kabur uang tunai sebanyak Rp150 juta.
Kasus kedua yakni di parkiran rumah makan Mie Aceh tenda Biru di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru. Para pelaku menggasak dana sebesar Rp140 juta setelah berhasil mencongkel kaca pintu mobil korbannya. Sedangkan di Air Molek, Indragiri Hulu. Para pelaku tidak mendapatkan hasil, karena ketahuan.
"Modus pelaku orang pulang dari bank. Mereka telah menggambar korban sebelum merampok," ujarnya. Sementara dua orang lagi Em dan Bl ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Barang Bukti yang berhasil diamankan Polisi, satu unit mobil rental Avansa warna Silver plat B 1927 BN, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX BM 6569 JK, buku tabungan dan ATM berisikan uang Rp 20 juta atas nama Siti Nurhayati, obeng, kunci T dan paku untuk mengempeskan ban mobil korban.
Menurut Jon, otak dari semua kasus perampokan ini adalah Asep Mulyadi. Sehingga dia selalu mendapat bagian yang lebih besar dari rekan-rekannya. Seperti hasil rampok di jalan Paus, Asep mendapat bagian Rp40 juta, sedangkan rekan-rekannya hanya Rp30 juta. “Kita masih melakukan penyidikan dan pengembangan," paparnya. (Indrajaya)
(743) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :