| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Hukrim
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Jum'at, 10 Februari 2012
 
Pembakaran Eskavator SRL
Sejumlah Pelaku Teridentifikasi
Kamis, 29 Juli 2010 - 06:19:37 WIB

SELATPANJANG,METRORIAU.COM - Pasca pembakaran dua unit eskavator milik rekanan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang pekan lalu, mulai ditangani Polres Bengkalis. Bahkan penyidik Polres sudah mengidentifikasi sejumlah pelaku yang diduga kuat terlibat dalam pembakaran dua eskavator tersebut.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kapolres Bengkalis melalui Kasat Reskrim AKP Ida Ketut Gahananta KR SIK, kepada metroriau.com, Rabu (28/7) terkait tindak lanjut proses hukum atas kasus pembakaran yang diduga dilakukan oknum masyarakat tersebut. Dikatakan Kasat, pihaknya sudah menerima laporan secara resmi dari manajemen PT SRL untuk kemudian mengambil langkah hukum.

''Perbuatan melakukan pembakaran itu merupakan tindakan melawan hukum, karena merusak hak milik orang lain sehingga menimbulkan kerugian dalam skala yang cukup besar. Kita sudah mengidentifikasi beberapa orang oknum warga yang diduga merupakan pelaku pembakaran di Tanjung Kedabu,'' ujar Ketut.

Ketika ditanya berapa orang pelakunya, mantan Kapolsek Tebing Tinggi (selatpanjang, red) itu belum mau menyebutkannya. Ia hanya mengatakan, jumlahnya mendekati 10 orang diduga kuat adalah pelaku tindakan anarkis yang menyebabkan terjadi kerugian terhadap harta benda orang lain yaitu rekanan PT SRL. Soal berapa kerugian pihak perusahaan yang bergerak di bidang HTI itu, Ketut menyebutkan berkisar sekitar Rp 2 Miliar lebih.

''Nantilah siapa saja pelakunya akan diketahui, karena sekarang masih dalam penyidikan secara intensif. Kalau data serta barang bukti sudah kuat, kita langsung lakukan action,'' tambah Ketut.

Pembakaran dua eskavator milik rekanan PT SRL itu merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap PT SRL yang bergerak dibidang HTI, karena diduga membabat hutan desa mereka secara sewenang-wenang. Peristiwa itu sendiri terjadi Kamis (22/7) lalu.(Susanto)

(267) Dibaca - (1) Komentar :


John
@ John, 12 Agustus 2010 | 10:47:33 WIB
Katanya hutan sangat penting bagi kehidupan. Bahkan anak2 pelajar slalu di anjurkan agar tidak merusak hutan,mempelajari tentang penghijauan hutan,bahkan jadi bahan pelajaran di sekolah tentang pentingnya hutan. Tapi kenapa saat hutan kami di rusak pemerintah diam saja. Kenapa tidak bertindak,kalau memang hutan sudah tidak penting,hancurkan smua buku2 yang mempelajari tentah hutan,hentikan pemberian pelajaran tentang pentingnya hutan pada pelajar. Kami kcewa karna telah di permainkan oleh Perusahaan. Kalo pun mereka rugi cuma 1-2 m. Tapi kami malah rugi sampai kegenerasi-generas i kami nanti. PIKIRKANLAH !!!


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved