Sidang Kasus Penculikan
Hanafi: EY Punya Pola Kerja yang Aneh
Jumat, 03 September 2010 - 10:34:42 WIB
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru melanjutkan sidang penculikan Irfan Orlando (7) dengan terdakwa EY (32), Ahmidi (21) dan Hendro Prayoga (22), Kamis (2/9). Sidang menghadirkan tiga saksi meringankan terdakwa masing-masing psikolog RSJ Tampan, Didik Kusnadi MPsi, Hanafi Kadir dan orang tua EY, Ida.
Psikolog Didik Kusnadi dalam kesaksiannya menyatakan, EY mengalami gangguan jiwa Schizoid sehingga cenderung berpikiran aneh dan memiliki ide-ide aneh. Dengan gangguan itu, ia bisa melakukan tindakan yang mengarah kepada perbuatan negatif bila ada yang memanuipulasinya.
Menurut Didik yang sudah bertugas 11 tahun di RSJ Tampan, kelainan itu harusnya dibawa ke psikolog atau psikater untuk untuk penyembuhan. Kelainan itu juga bisa disembuhkan melalui terapi hingga perbuatan negatif bisa dihindari.
Dijelaskannya, gangguan yang dialami EY sudah sampai grafik 68 persen hingga membuatnya terkadang susah tidak sadar dengan apa yang dilakukan. Namun jika diajak ke ide positif, ia bisa melahirkan ide-ide cemerlang seperti menulis buku.
Gangguan yang dialami EY, ungkap Didik disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya faktor lingkungan, tekanan dalam perjalanan hidup, faktor keturunan, trauma dan perjalanan masa kanak-kanak.
Sementara Manager Communications & Media Relations PT Chevron Hanafi Kadir yang merupakan atasan EY menyatakan, pola kerja bawahannya itu anah dan berbeda dengan teman-temannya. Menurutnya, EY termasuk tipikal bawahan energik, berkemampuan keras, pintar dan dianggapnya mampu dalam mengerjakan semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
''Kalau karyawan lain bisa ikut peraturan, dia berbeda. Dia bisa hingga tengah malam berada di kantor untuk mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Misalnya membuat buku Darmasiswa Chevron Riau 2010, dalam waktu hanya 14 hari pekerjaan tersebut selesai,'' tutur Hanafi.
Keanehan lainnya, EY ini kadang berbulan-bulan tidak masuk kerja. Namun ternyata EY mengalami penyakit di rahimnya yang menyebabkan dia acap keluar-masuk rumah sakit dan berbulan-bulan tidak masuk kantor. Meski begitu, semua digantinya ketika dia masuk kerja.
Kesaksian ibu EY, Ida menyatakan keanehan-keanehan anaknya semasa kcil. Dimana dia pernah membakar kasur dan menatap api yang menyala besar itu tanpa rasa takut. Bahkan dia pernah mencoba masuk ke dalam sumur dan bertanya apakah orang tuanya menyayanginya. ''Setelah dijawab sayang, kelakuan aneh itu tak dilakukannya,'' tukasnya.
Diceritakan Ida, anaknya pernah membaca sambil berjalan hingga nyaris ditabrak mobil. Hal itu terjadi karena tekanan-tekanan dari keluar EY yang disembunyikan dari orang tuanya. Meskipun berkelakuan aneh EY berprestasi di sekolah dan meraih predikat cumlaude dalam waktu 3 tahun di Jurusan Hubungan Internasional Fisipol UNRI. (Linda)
(191) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :