| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Kesehatan
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Sabtu, 11 Februari 2012
 
Disnak Meranti Temukan Wabah Flu Burung
Rabu, 17 Februari 2010 - 16:40:26 WIB

TANJUNGSAMAK, METRORIAU.COM - Sedikitnya 30 ekor unggas jenis ayam buras telah dimusnahkan oleh tim Disnak Kabupaten Kepulauan Meranti dengan masyarakat Tanjungsamak Kecamatan Rangsang, Sabtu (13/2), pemusnahan tersebut dilakukan setelah kawasan tersebut dipastikan positif terjangkit flu burung.

Dilapangan, meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada, petugas tetap berusaha mensterilkan kawasan yang terkena wabah mematikan tersebut. Selain petugas, masyarakat juga turut membantu proses penyemprotan dan pembunuhan massal terhadap unggas yang ada di daerah itu.

Sebelumnya Disnak Kepulauan Meranti mendapatkan informasi dari warga bahwa ada temuan sejumlah ayam mati secara mendadak, Jumat (12/2) kemarin, "Pada siangnya kita langsung berangkat menuju ke Tanjungsamak dengan membawa peralatan seperti masker kaca Teskip, sarung tangan, kaca mata khusus flu burung, 2000 mili cairan Des Invektan, Anigen AIV sebagai alat tes positif atau tidaknya flu burung," ujar Drh Sri Novriani, staf dinas kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan kabupaten kepulauan meranti, kepada Metro Riau, Selasa (16/02).

Dilanjutkan Sri, langkah awal pihaknya langsung melakukan pengujian dengan alat pendeteksi virus flu burung yang bernama Anigen AIV, dari pendeteksian tersebut tertangkap sinyal positif H1N1 di salah satu rumah warga yang bernama kosen, "Dari sana kita juga terus melakukan pendeteksian seputar lingkungan tersebut dan ternyata kembali tertangkap dari alat detektor tersebut positif. Kita langsung melakukan penyemprotan cairan des Invektan terhadap kawasan itu," ujarnya.

Dikatakannya, hingga saat ini penyemprotan masih dilakukan pada lokasi rumah milik kosen, dimana keberadaan virus H1NI tersebut diduga kuat bermula dari rumah tersebut, "Penyemprotan kita lakukan dari posisi rumah kosen dengan jarak radius melebar 15 meter, sementara itu juga cairan des Invektan tersebut kita berikan kepada sejumlah masyarakat dengan satu Kepala Keluarga (KK) sebanyak 10 Mili cairan Des Invektan," ungkapnya.

Bersama tim Partisipaxtory Dislase Survei Lance (PDSL) dan sejumlah masyarakat serta camat, telah dicapai kesepakatan akan melakukan pemusnahan massal seluruh unggas yang ada dikawasan tersebut, "Kapan kita memulainya itu belum tahu, sambil menunggu pemusnahan unggas itu, kita juga akan menunggu hasil laboratorium dari pekanbaru dan bukittinggi yang telah kita laporkan sebagai sampel kemarin," sebutnya.

Ditanya kapan kawasan tersebut akan bebas dari wabah flu burung, Sri mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan meninjau hasil tindakan pertama setelah 60 hari kedepan, dimana pada 60 hari kedepan Disnak akan kembali melakukan kroscek lapangan, apakah wabah tersebut masih ada atau sudah dalam keadaan steril. (susanto/cr7)

(3927) Dibaca - (0) Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved