| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Kesehatan
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Jum'at, 10 Februari 2012
 
Ayu Alami Kebocoran Sel Ginjal
Senin, 12 Juli 2010 - 16:19:01 WIB

PEKANBARU,METRORIAU.COM - Nasib Rahayu Mulyana (15) sungguh mengenaskan sekaligus mengundang iba. Bagaimana tidak? Jika anak-anak sebayanya saat ini sudah duduk di bangku kelas 1 SMA dan menimati masa-masa remaja yang indah, anak keenam pasangan  Zaldarwati (50) dan Siamir (58) tersebut justru tergolek tak berdaya.

Tubuhnya sangat kurus, nyaris hanya tinggal tulang dibalut kulit. Tulang kakinya nampak hanya dua tungkai panjang saja, kulitnya kelihatan kisut dan kering. Karena begitu lemahnya, untuk bicarapun Ayu tak mampu. Bahasa isyarat dengan menyentuh mata kanan atau kiri menjadi media baginya saat dia merasa lapar atau haus atau kebutuhan lainnya.
   
Menurut Zaldarwati kepada metroriau.com yang menyambanginya di rumah kerabatnya di Pekanbaru, Ayu, begitu anaknya dipanggil, menderita semacam kebocoran pada sel ginjal (semacam saluran yang menuju ginjal, red). Itu sesuai dengan diagnosa yang dikatakan dokter kepadanya. ''Dokter RSUD Pekanbaru yang mengatakan kalau anak saya menderita kebocoran pada sel ginjalnya,'' ujar perempuan warga Desa Padang Sawah Kecamatan Kampar Kiri tersebut.

Kebocoran pada saluran ginjal tersebut membuat tubuh Ayu tak bisa menerima nutrisi dari makanan dan minuman yang ditelannya. Padahal untuk makan dan minum Ayu tak mengalami masalah, bahkan semua jenis makanan atau minuman dimakannya.  
   
Dituturkannya, Ayu mulai sakit-sakitan sejak kelas 4 SD. Waktu itu, Ayu yang punya prestasi belajar bagus serta kemampuan membaca Al Quran itu sering sakit. Sebulan sakit kemudian sembuh, seminggu sakit, sembuh lagi. Begitu seterusnya.    
   
Sakit Ayu makin menjadi bahkan tahun 2008 silam badan Ayu sempat panas tinggi dan koma selama beberapa hari. Perut dan kepala Ayu juga sempat membesar.
   
Untuk kesembuhan putri itu, dirinya dan keluarga sudah bolak-balik  membawa Ayu ke RSUD Pekanbaru. Bahkan, rumah sakit milik Pemprov Riau itu bagaikan rumah sendiri saking seringnya Ayu mondok.Saat dirawat di RSUD, kondisi Ayu membaik namun kondisinya kembali memburuk saat dibawa pulang ke rumah. Begitu seterusnya.
   
Waktu, biaya dan tenaga yang dikeluarkan sudah tak terhitung lagi namun belum tampak angsuran penyakit anak keenam dari tujuh bersaudara itu.  ''Kami punya Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) namun tetap  saja biaya yang harus dikeluarkan sangat besar, entah sudah habis berapa, saya terpaksa ngutang sana-sini dan menjual tanah serta kebun untuk menutup biaya tersebut,'' tutur perempuan berjilbab yang memiliki kerjaan menyadap getah karet ini.       

Tahun 2009 lalu, dokter RSUD Pekanbaru menyarankan Ayu untuk menjalani cuci darah. Namun biaya besar untuk sekali cuci darah yang mencapai Rp800 ribu terlalu berat baginya. Sementara setidaknya sekali seminggu Ayu harus cuci darah.

''Manalah kami sanggup membayar biaya cuci darah sebesar itu pak, kami hanya petani karet. Karena tak sanggup merawat Ayu di RSUD,  dokter menyarankan agar kami melakukan sendiri cuci darah di rumah namun kami harus merawat Ayu di ruangan bersih yang dilengkapi AC (pendingin udara,red) agar tidak infeksi,'' tuturnya lagi.
   
Bagi mereka saran dokter tersebut bagaikan mimpi sebab bagaimana mungkin petani kecil seperti dirinya punya ruangan ber-AC? Alternatif lainnya yang dirasa juga sangat berat, Ayu harus menjalani cangkok (transplantasi) ginjal dengan biaya sekitar Rp500 juta. Sejak itu mereka tak lagi membawa Ayu ke RSUD. Mereka merawatnya di rumah.
   
Sejauh ini menurut Zaldarwati belum ada perhatian atau bantuan dari Pemkab Kampar maupun pihak-pihak lainnya. Kepala desa mereka pernah menjanjikan untuk mengupayakan bantuan namun sudah bertahun janji tersebut tak juga terwujud.
   
Melalui media ini Zaldarwati dan Siamir memohon kepedulian Pemkab Kampar dan Pemprov Riau serta pihak-pihak lain untuk bisa membantu meringankan beban mereka demi kesembuhan Ayu. (Budi)  

(513) Dibaca - (0) Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved