| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Kesehatan
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Minggu, 12 Februari 2012
 
Apotik Dokter RSUD Bengkalis Dipertanyakan
Selasa, 20 Juli 2010 - 11:11:21 WIB

BENGKALIS,METRORIAU.COM - Bisnis obat oknum dokter inisial (M) dengan mendirikan apotik di RSUD Bengkalis mendapat sorotan masyarakat. Sorotan masyarakat datang ketika pelayanan RSUD Bengkalis akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Bengkalis, Effendi Buntat, indikasi tersebut perlu dipertanyakan. Karena, selain bertentangan dengan peraturan yang berlaku, obat yang dijual di apotik milik salah seorang dokter spesialis itu harganya cukup mahal dan terasa memberatkan masyarakat. Dirinya mensinyalir apotik tersebut milik dokter (M).

''Praktek ini tidak bisa dibiarkan. Masak ada dokter berbisnis dalam RSUD. Saya menduga ini ada konspirasi antara manajemen RSUD dengan dokter pemilik apotik. Buktinya, apotik milik RSUD sendiri sering kehabisan obat, sehingga pasien terpaksa membeli obat pada apotik milik dokter itu walaupun harganya mahal,'' ungkap Effendi Buntat, kepada metroriau.com, Senin (19/7) kemarin.

Menurut Buntat, Pemkab maupun DPRD Bengkalis seharusnya tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Sebab, biaya pengadaan obat-obatan dan operasional RSUD hampir tiap tahun disubsidi melalui APBD. Sehingga wajar, kalau masyarakat mempertanyakan ke mana uang rakyat itu digunakan.

Sementara itu, Dokter M yang dikonfirmasi tak menampik apotik di dalam RSUD itu miliknya. Namun dirinya membantah jika dikatakan sengaja mencari kesempatan demi kepentingan bisnis pribadi. Sebaliknya apa yang dilakukannya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan obat-obatan.

''Jangan salah kaprah, saya mendirikan apotik dalam RSUD ada izinnya dan itu membantu masyarakat dalam mendapatkan obat-obatan, sebab, stok obat yang dimiliki RSUD tersebut sering habis. Apakah salah kalau saya membantu membuat apotik di RSUD itu?'' tanyanya.

Dirinya juga tak habis pikir, karena apotik nya juga melayani pasien yang memiliki kartu Askes dan lainnya. ''Jadi, siapa bilang saya ikut mempersulit proses pelayanan kesehatan di RSUD tersebut,'' bantah M.

Mengenai amburadulnya pelayanan RSUD akhir-akhir ini dikeluhkan masyarakat, dirinya tidak ingin disangkut-pautkan dengan masalah tersebut. Karena dirinya tidak pernah ikut campur masalah pelayanan kesehatan dan tidak juga memaksa pasien untuk membeli obat-obatan di apotik miliknya. Bahkan, untuk menjalankan bisninya tersebut, dirinya membayar sewa kontrak sebanyak Rp12 juta pertahun kepada pihak manajemen RSUD. (Alfis)

(407) Dibaca - (1) Komentar :


apt
@ apt, 25 Juli 2010 | 16:33:23 WIB
sebaikana pemerintah bengkalis tidak boleh kejadian ini sebagai angin lalu, apotik tersebut sudah berdiri berthaun2, dari dsitu bisa di lihat bagaimana tidak pedulina pemerintah. Saya sendiri pernah membeli obat di apotik tersebut dan hargana melambung tinggi sekali.


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved