Selesaikan Polemik Semenanjung Kampar
Mahasiswa Desak DPRD Riau Bentuk Pansus
Senin, 19 April 2010 - 12:54:41 WIB
 |
Puluhan mahasiswa berunjukrasa mendesak penyelamatan kawasan Gambut Semenanjung Kampar di Pelalawan. (Cherry)
|
TERKAIT:
PEKANBARU, METRORIAU.COM - Sejumlah mahasiswa berunjukrasa untuk mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Semenanjung Kampar. Pembentukan Pansus ini dianggap mendesak untuk mengusut dugaan pelanggaran pengalihan fungsi kawasan gambut di Kabupaten Pelalawan.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi TEMPUR atau Intelektual Mahasiswa Peduli Riau, mulai berorasi sejak pukul 10.00 Wib di bundaran depan kantor Walikota Pekanbaru. Para mahasiswa yang dilengkapi spanduk bertuliskan desakan kepada anggota legislatif Riau untuk membentuk panitia khusus Semenanjung Kampar.
Dalam rillis yang dibagi-bagikan, para pengunjukrasa menganggap, kawasan Semananjung Kampar sebagai tempat penyimpanan karbon raksasa yang harus diselamatkan. Jika tidak, pengalihan fungsi akan berdampak buruk pada perubahan iklim.
Alasan lainnya, mereka yakni, di kawasan Semenanjung Kampar terdapat kawasan konservasi Suaka Margsatwa Tasik belat, danau Sekap dan Tasik Metas yang menyimpan beragam jenis flora dan fauna langka. Sehingga, keberadaannya akan menjadi terganggu akibat beralih fungsinya daerah itu menjadi kawasan hutan industri.
Mahasiswa mengecam kebijakan pemerintah yang dianggapnya lebih mengedepankan kepentingan ekonomi bagi keuntungan jangka pendek, orientasi ekspor dan produksi kayu. Menurut mereka, cara pandang seperti harus dirubah, dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan. Sebab, masyarakat harus menjadi factor utama sebagai pengelola hutanyang diusahakan pada lahan milik dan lahan negara.
Terjadinya pelanggaran, seperti pengalihfungsian lahan, menurut menjadi indikasi telah terjadinya pelanggaran terhadap rencana tata ruang wilayah nasional yang menetapkan Semenanjung Kampar sebagai kawasan lindung. Selain itu, mereka juga menilai telah terjadi pelanggaran terhadap TGHK, karena sebagian izin yang dikeluarkan berada dalam kawasan hutan produksi konversi.
Mahasiswa mengkritik sikap sebagian anggota DPRD Riau yang terkesan dengan sengaja mengukur-ulur waktu pembentukan Pansus Semenanjung Kampar. Padahal, menurut mereka, pembentukan pansus ini bisa menyelesaikan polemik yang membelit kawasan gambut tersebut.
Usai berorasi di kawasan bundaran air mancur ini, massa kemudian mendatangi kantor Dinas Kehutanan Riau. Di tempat ini massa diterima oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf. Usai berdialog dengan kadishut, massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Riau. Di tempat massa, juga melakukan orasi dan mendesak dipercepatnya pembentukan panitia Khusus Semenanjung Kampar. (Adl)
(267) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :