| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Otonomi
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Sabtu, 11 Februari 2012
 
Aneh, Pasien Sakit Jiwa di Rawat di RSUD
Selasa, 26 Januari 2010 - 18:02:22 WIB

Pekanbaru - Kewalahan, itulah kalimat yang pertama kali keluar dari mulut Azlina, pengawas perawat ruang Cendrawasih RSUD Arifin Ahmad ketika ditanya proses perawatan pasien patah kaki plus mengalami gangguan jiwa bernama Bagindo (30) warga Duri Kecamatan Mandau yang sudah membuat pasien RSUD lainya resah itu.

Lontaran kalimat Azlina itu bukan tanpa alasan, dengan melihat kondisi kejiwaan Bagindo yang semakin kronis saat ini, tidak tertutup kemungkinan akan membuka peluang terjadi ancaman terhadap keselamatan pasien lain yang dirawat diruang lainya.

Bagindo merupakan pasien rujukan Puskesmas Duri Mandau yang masuk ke RSUD dengan kondisi patah pada bagian tulang kering kakinya pada 5 Desember lalu, kini dia dirawat di ruang perawatan Cendarwasih RSUD Arifin Ahmad RSUD dengan kondisi gangguan jiwa yang semakin parah.

Azlina pengawas perawatan ruang cendrawasih mengaku sangat khawatir dengan pasien lain jika Bagindo tidak segera dirujuk ke RSJ Tampan, karena keberadaan Bagindo sudah membuat pasien lain menjadi was-was dengan kondisi jiwa yang semakin parah saat ini.
Terkadang Bagindo yang memiliki tinggi badan 172 cm dengan berat badan 55 kg itu tampak tidak pernah tenang berada didalam ruang khusus untuk perawatanya, dengan pakaian yang terlihat lusuh, dengan kondisi kaki yang sedikit pincang, Bagindo selalu hilir mudik didalam ruang perawatannya itu.

Lebih parahnya lagi, jika bagindo mau mandi, semua perawat di ruang cendrawasih dibuatnya sibuk, karena air kamar mandi dipastikan akan membanjiri ruang perawatannya dan kotorannya membuat sekitar ruang mengeluarkan bau busuk menyengat.

“Kondisi ini telah berlangsung sejak pertama kali Bagindo di rujuk dari Puskesmas Duri Mandau ke RSUD Arifin Ahmad pada 5 Desember yang lalu,dan dia harus secepatnya dibawa ke RSJ Tampan untuk dirawat kejiwaannya, kalau tidak akan semakin parah dan bisa mengancam nyawa pasien lain,” ungkap Azlina.

Untuk itu, secercah harapan muncul dari pihak RSUD Arifin Ahmad agar pihak RSJ Tampan yang sudah disurati beberapa waktu lalu dan menolak untuk merawat bagindo untuk membuka peluang untuk menerima pasien yang diketahui terlantar dan mengalami gangguan jiwa ini.

Dwi fungsi RSUD Arifin Ahmad dalam merawat pasien sakit fisik sekaligus sakit jiwa ini bukan kali pertama terjadi, selama tahun 2009 lalu, RSUD sudah dua kali dihadapkan dengan persoalan ini.(Dian Alhadi)

(535) Dibaca - (0) Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved