TEMBILAHAN, METRORIAU.com - Musibah kebakaran kembali melanda pusat perbelanjaan di ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (6/2). Amukan sijago merah menghanguskan satu blok rumah toko (ruko) yang terdiri dari 30-an kios di jalan Sudirman yang umumnya menjual peralatan elektronik, pakaian, kelontong dan warung kopi.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, kerugian diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Sejumlah pemilik kios sangat menyesalkan kinerja pihak pemadam kebakaran yang dinilai lamban dalam mengantisipasi kobaran api, sehingga api dengan leluasa menjalar dari kios satu ke kios lain.
Pantauan langsung Metro Riau di lapangan, setelah mengetahui adanya gumpalan asap hitam mengepul di langit Kota Tembilahan, ribuan warga terlihat berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP) di jalan Sudirman.
Teriknya panas mentari di siang itu tidak menyurutkan niat warga untuk menyaksikan dari dekat musibah kebakaran tersebut. Bahkan, puluhan personil Polres Inhil yang bersiap-siap menghadiri acara perpisahan bagi 5 orang Perwira yang baru saja diserahterima jabatan (sertijab) langsung turun ke TKP yang jaraknya sekitar 500 meter dari Mapolres, guna mengamankan lokasi kejadian, tak terkecuali Kapolres Inhil AKBP Achmad Kartiko.
Sementara, puluhan pedagang terlihat histeris dan panik seraya berusaha menyelamatkan barang dagangannya dari dalam kios mereka. Sekitar 10 menit berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) mendatangi lokasi. Namun akibat api berada didalam ruko, sejumlah petugas kebakaran terlihat kesulitan untuk memadamkan api.
Apalagi petugas juga tidak didukung dengan peralatan lainnya, seperti tangga darurat yang biasa digunakan. Akibatnya, setelah dua truk air habis disemprotkan ke kobaran api, tapi tetap saja api semakin membesar. Apalagi kondisi angin saat itu bertiup kencang kearah sungai Indragiri. Selanjutnya, dua unit mobil kebakaran meninggalkan TKP guna mengisi air.
Namun, satu jam berselang barulah mobil kebakaran kembali datang, sementara kios-kios yang berada di blok itu sudah menjadi abu. Kondisi ini sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, termasuk Kapolres Inhil, anggota DPRD dan tokoh masyarakat.
“Kinerja pihak pemadam kebakaran mesti dipertanyakan, kok sudah satu jam lebih pergi sampai saat ini belum juga datang. Sementara api terus berkobar dan menjalar menghanguskan kios-kios lainnya. Ini sama saja menonton kebakaran, bukannya memadamkan api,” kata anggota DPRD Yusuf Said kepada Metro Riau di TKP, Sabtu (6/2).
Hal senada juga dikatakan Ketua Fraksi Demokrat Irwandi. Ia mendesak agar Pemkab melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pihak pemadam kebakaran yang dinilai sangat lamban dalam menanggani persoalan musibah ini. Sehingga, api dengan leluasa menjalar dari kios yang satu ke kios yang lain dan menghanguskan sedikitnya 30-an kios. Padahal kalau pihak pemadaman kebakaran cepat tanggap, tidak semua kios yang ada di blok itu ludes diamuk sijago merah.
“Apa yang dilakukan damkar dalam mengantisipasi kebakaran ini sungguh sangat memprihatinkan. Akibat kelalaian dalam mengantisipasi api, puluhan kios yang berada di blok ini menjadi abu. Kita mendesak agar pihak Pemkab melakukan evaluasi menyeluruh dan berharap agar Komisi D untuk memanggil pihak damkar guna mengetahui lebih lanjut persoalan yang dihadapi terkait lambatnya upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi kebakaran,” papar anggota Komisi B DPRD Kabupaten Inhil ini. .
Saat mobil damkar mengisi air, terlihat puluhan anggota Paguyupan Sosial Marga Tionghua Indoonesia (PSMTI) Kabupaten Inhil merupaya memadamkan api dengan menggunakan mesin pompa yang dimiliki. Namun akibat besarnya api, upaya yang dilakukan terlihat sia-sia. Api terus menjalar dan akhirnya setelah berlangsung sekitar 1,5 jam ruko yang berada satu blok itu hangus menjadi abu. Sementara puluhan personil polisi terlihat mengawasi barang-barang dagangan yang diletakkan pemilik di sepanjang jalan Sudirman.
“Kita tidak menyesali terjadinya musibah ini, karena merupakan takdir dari Allah, tapi apa yang dilakukan pihak damkar sungguh melukai perasaan pedagang. Kenapa untuk menambah air saja sampai memakan waktu satu jam lebih. Padahal kalau menggunakan pipa, kan bisa langsung ambil air dari sungai Indragiri yang jaraknya hanya beberapa meter saja. Kemudian, kemana para pejabat, dalam kondisi seperti ini saya perhatikan tidak satupun yang berada di TKP, ini sangat bertolak belakang kalau menghadiri acara seremonial, sebab hampir semuannya ikut hadir,” papar tokoh masyarakat, Syamsuddin Uti kepada sejumlah wartawan.
Kepala Damkar Inhil Edi Herlan mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api. Namun akibat sumber api berasal di dalam ruko, pihaknya kewalahan untuk menemukan titik api. Selain itu, ia juga telah mengintruksikan sejumlah petugas agar mengambil air langsung dari sungai Indragiri, tapi kondisi pipa yang dimiliki tidak layak pakai.
“Lihat saja petugas terus berupaya memadamkan api, tapi peralatan yang kita miliki tidak mendukung. Pipa yang kita miliki sudah banyak yang bocor, ditambah tangga darurat juga tidak ada. Tapi petugas tetap bersemangat menyupayakan agar api segera padam, namun kondisi lapangan cukup sulit ditambah angin bertiup kencang sehingga api dengan leluasa menghanguskan ruko,” jelas Edi.
Kapolres Inhil AKBP Achmad Kartiko mengaku belum mengetahui dengan pasti darimana asal api. Namun informasi yang diterimanya dari masyarakat, api berasal dari kedai kopi Serasi yang berada disamping toko Mandala.
“Informasi dari warga katanya api dari kedai kopi Serasi, tapi nanti kita akan lakukan penyidikan dan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan, termasuk pemilik toko yang berada di sekitar asal api,” ujar Kartiko.
Menanggapi lambannya penanganan musibah kebakar, Kapolres mengaku tidak punya wewenang untuk mengomentarinya.
"PDS,PDS alias Padam Dengan Sendiri," kelakar Kapolres.
Sekitar pukul 13.30 WIB, terlihat api sudah mulai padam. Sejumlah personil polisi terlihat memasang police line disekitar lokasi kebakaran tersebut.
Liputan : Zul Fadli | TEMBILAHAN
(727) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :