Wako: Budaya Daerah Penopang Kebudayaan Nasional
Jumat, 21 Mei 2010 - 08:46:19 WIB
DUMAI, METRORIAU.COM - Kebudayaan dari berbagai daerah hendaknya terus ditumbuhkembangkan. Karena kebudayaan daerah itu, kata Pelaksana Harian (Plh) Walikota Dumai, Drs H Wan Fauzi Effendi pada parade tari daerah, merupakan penopang kebudayaan nasional. Termasuk seni budaya daerah khususnya Melayu Riau, telah menjadi satu asset yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Salah Satu program pemerintah adalah memfasilitasi bidang seni budaya dan dikaitkan dengan pelestarian dan pengembangan seni budaya sebagai jati diri kaum yang berbudi pekerti dalam aktivitas bermasyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan ini tentunya bertujuan untuk melestarikan seni budaya daerah. Khususnya Tari Melayu Riau, agar nilai-nilai budaya Melayu tetap eksis bahkan berkembang hingga generasi berikutnya, dengan tidak meninggalkan adat budaya Melayu di mana pun berada.
Kegiatan Parade Tari Daerah Se-Kota Dumai Tahun 2010 ini merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional Indonesia yang telah menjadi satu asset daerah yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa khususnya kesenian Melayu. Kegiatan ini kiranya dapat menjadikan suatu ajang untuk melestarikan serta mengembangkan seni budaya Melayu.
Helat budaya ini selain untuk membudayakan seni tari daerah dan budaya Melayu, juga sebagai perekat tali silaturrahmi masyarakat Dumai yang penduduknya sangat heterogen yang terdiri dari berbagai ras, suku dan agama. Untuk menambah motivasi para peserta, pemenang lomba ini akan dipertandingkan dalam seleksi tari tingkat provinsi dan nasional.
Tentu hal ini merupakan suatau kesempatan yang baik bagi semua peserta untuk menunjukkan bakat dan kemampuan yang pada akhirnya akan mewujudkan cita-cita dan harapan untuk bisa tampil pada tingkat yang lebih tinggi lagi.
Menurut Wan Fauzi, dalam kehidupan sehari-hari, adat bukan saja mampu mewujudkan ketertiban dan keamanan di dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga dapat memotivasi orang-orang yang ternaung di dalamnya untuk menjadi manusia terampil dan kreatif dengan etos dan kinerja yang tinggi.
Hal ini hakekatnya tercermin dari kinerja Melayu masa silam yang mengangkat harkat dan martabat serta mengukir kesejahteraannya yang gemilang. (suseto)
(489) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :