Pagelaran Seni Budaya Nasional
Suku Talang Mamak Wakili Riau
Kamis, 10 Juni 2010 - 08:37:25 WIB
RENGAT, METRORIAU.COM - Budaya Suku Talang Mamak dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sering mewakili Provinsi Riau dalam ajang festival budaya nasional. Kesekian kalinya, Suku Talang Mamak, Inhu kembali akan tampil di Jakarta, 26 Juni 2010 mendatang.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Porabudsata) Inhu, Endang Nurfaizan SH melalui Kabid Kebudayaan, H Mailiswin SSos, Rabu (9/6) di Pematangreba mengatakan, Inhu sudah beberapa kali tampil di tingkat nasional dalam bidang seni dan budaya. Bahkan mewakili Provinsi Riau, Talang Mamak juga sudah beberapa kali tampil sebagai pemenang lomba.
Atas dasar itupula, jika Suku Talang Mamak sering tampil dalam kegiatan seni budaya tersebut. Dalam ajang gelar seni budaya produk kreatif Indonesia itu, Suku Talang Mamak Inhu akan menampilkan dalam bentuk theater dan tari. Ajang itu akan diikuti sebanyak 20 orang peserta dari Dispora dan Dewan Kesenian Inhu.
Bulan Tebibit
Judul pementasan yang akan diangkat dalam pagelaran nanti, adalah "Bulan Tebibit". Cerita ini diangkat berdasarkan adat budaya masyarakat Talang Mamak, dimana ada suatu adat di Talang Mamak, jika muda-mudi menjalin kasih sayang. Dimana di masyarakat Talang Mamak ada norma dan adat yang harus mereka jaga, sehingga tidak menyalahi adat mereka.
Lakon ini diangkat dalam sebuah cerita yang mengisahkan bagaimana muda-mudi masyarakat Talang Mamak jika ingin menjalin kasih untuk menikah. Lakon itu pernah ditampilkan di TMII dalam durasi 60 menit. “Tapi dalam kegiatan ini hanya selama 30 menit,” jelas Mailiswin.
Lebih jauh Mailiswin mengatakan, pegiat seni di Inhu perlu bersyukur. Karena dari adat istiadat dan alam di Inhu cukup banyak yang bisa diangkat menjadi karya seni, seperti tari dan theater. Ini sudah dibuktikan dirinya bersama kawan-kawan sudah menciptakan sebanyak 90 tari dan theater dari Inhu. Rata-rata ini sudah pernah ditampilkan dalam berbagai lomba.
Diantara tari kreasi yang berhasil diciptakan adalah, Besolang, Rentak Bulian, Rentak Balai Panjang, Lancang Belaboh, Batu Miring, Pembubung, Kompang Raja, Gambus Betandang, Kampung Pulau, Amai dan Diah. “Sumber inspirasi di Inhu cukup banyak, jangan takut kehabisan ide. Asalkan mau berusaha, ide cerita itu tetap ada, digali dari sumber daya dan potensi daerah kita,” ungkapnya.(dasmun)
(725) Dibaca - (1) Komentar :
andi simon
@ andi simon, 17 Juni 2010 | 17:31:05 WIB percuma jika karya yg ditampilkan adlh karya yg merusak marwah melayu itu sendiri ( sejak kapan ada koreografi melayu yang melempar kutang ? ) saya sbg seniman melayu tdk berbangga dengan karya2 INHU, malah sgt teramat malu..
kecurang an..
ketamakan ..
dan iri dengki..
harus nya tema itu yg tepat bagi kalian..
karna itulah sifat kalian..
ak u tunggu maulana berkarya dng karya nya yg orisinil, tanpa melibatkan org luar..
sala m..
Isi Komentar :