| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Otonomi
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Minggu, 12 Februari 2012
 
Mendagri : Sekda Harus Berani Tegur Kepala Daerah
Selasa, 29 Juni 2010 - 07:58:47 WIB

JAKARTA,METRORIAU.COM - Mendagri Gamawan Fauzi meminta agar Sekda berani memberikan saran kepada kepala daerah supaya kepala daerah tidak terjerumus dalam korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Banyak kepala daerah harus berurusan dengan hukum, akibat kelalaiannya dalam menggunakan kekuasaan, terutama dalam hal penggunaan anggaran.

''Kalau masih ada kepala daerah yang suka intervensi SKPD, Sekda harus berani kasih saran. Kalau kepala daerahnya tidak mau, bilang, nanti kalau terjadi apa-apa yang tanggung jawab bapak sendiri ya. Harus begitu, harus berani,'' kata Mendagri saat menyampaikan pidato pada acara 'Penguatan Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Provinsi se-Indonesia, di Gedung Kemendagri, Jakarta, Senin (28/6) kemarin.

Mendagri mengatakan, ketika kepala daerah sudah mendelegasikan kewenangan kepada SKPD, sang kepala daerah tidak boleh mengintervensi lagi. Apalagi memaksakan kehendak untuk meloloskan kepentingan pribadi sang kepala daerah.

''Banyak kepala daerah yang berurusan dengan hukum karena suka mengintervensi ini,'' urainya seraya menambahkan bahwa selain karena suka mengintervensi, banyak juga kepala daerah yang harus berurusan dengan hukum akibat kelalaian atau kealpaan dalam menggunakan kekuasaan.

Di sisi lain, Mendagri juga meminta semua birokrat agar tidak lagi suka melakukan pungutan liar, misalnya sengaja memperlambat keluarnya SK seseorang karena belum ada uangnya.

''Kedepan kita harus punya standar yang jelas. Misalnya SK seorang bupati atau walikota itu bisa keluar dalam sekian hari. SK gubernur atau Sekda sekian hari. Jadi ada sistem yang jelas, pokoknya kalau sudah harinya, SK itu sudah ke luar. Tidak boleh lagi ada kutipan-kutipan. Saya sendiri selalu tandatangani SK dalam satu hari dan saya tidak pernah minta uang. Ini harus menjadi perhatian kita semua karena kita sudah digaji, terutama ini saya sampaikan kepada jajaran pejabat di Kemendagri ini,'' tegasnya yang disambut tepuk tangan.

Menyinggung masalah SPIP, Mendagri berharap agar ke depan semua instansi dalam pemeriksaan keuangannya bisa masuk kategori atau opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Jangan lagi dengan opini disclaimer. Kemendagri sendiri selama ini selalu disclaimer. Baru saat Gamawan jadi Mendagri, opini jadi lebih baik menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
''Target kita tahun ini meningkat jadi WTP. Harus bisa,'' ucapnya.

Sementara itu, Sekdaprov Wan Syamsir Yus yang ikut hadir mengatakan, ke depan Provinsi Riau juga optimis bisa berhasil dengan opini WTP. ''Sekarang kita sudah bisa masuk opini WDP. Kedepan kita optimis bisa WTP,'' kata Wan.(Dianalhadi)

(223) Dibaca - (0) Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved