Proses pemasukan penawaran tender proyek di kantor Kanwil Pajak Riau dan Kepulauan Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru berlangsung ricuh. Bahkan sejumlah pria mencoba menghadang para jurnalis yang mencoba mel">
   


| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Otonomi
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Minggu, 12 Februari 2012
 
Proyek Rehabilitas Kantor Pajak Senilai Rp 7 Miliar
Penawaran Proyek Ricuh, Wartawan Dihadang Preman
Jumat, 02 Juli 2010 - 14:49:36 WIB

PEKANBARU, METRORIAU.COM - Proses pemasukan dokumen penawaran proyek rehabilitasi kantor PJP Kanwil Riau dan Kepulauan Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru berlangsung ricuh. Bahkan sejumlah pria mencoba menghadang para jurnalis yang mencoba meliput proses lelang proyek senilai Rp7 miliar itu dihadapan sejumlah oknum Provost TNI dan Provost TNI AU.

Kericuhan dalam proses lelang proyek pada tahap pertama (penawaran, red) yang berlangsung Jumat (2/7) siang itu, diketahui wartawan setelah salah seorang wartawan televisi  dihadang seorang pria berbadan besar. Pria yang mengaku sebagai petugas pajak ini meminta keributan itu tidak diliput, apalagi sampai direkam wartawan.

Penghadangan oleh pria diprotes si wartawan. Dia beralasan sudah mendapat izin dari Humas PJP Kanwil Pajak Riau dan Kepulauan Riau. Namun penjelasan ini tidak membuat si pria mengalah. Bahkan dia sempat melontarkan ancaman jika terus mendekati ruangan tempat sejumlah aparat TNI dan Polisi berpakaian preman berkumpul untuk mengawal proses pemasukan dokumen lelang tersebut.

Mendapat ancaman ini, belasan wartawan kemudian mendatangi kantor Kanwil Pajak yang berada persis disamping Kantor Kejaksaan Tinggi Riau ini. Lagi-lagi si pria ini mendatangi para wartawan, dan dia meminta untuk tidak meliput peristiwa yang terjadi di ruangan panitia proyek tersebut.

Merasa dilecehkan, belasan wartawan ini kemudian mendatangi Humas P2 Humas Kanwil Pajak Riau dan Kepulauan Riau, Ferizal. Sayangnya, Humas P2 Kanwil Pajak Riau dan Kepulauan Riau mengaku tidak mengetahui identitas laki-laki ini. Namun dia memastikan bahwa proses pemasukan dokumen lelang rehabilitasi kantor senilai lebih kurang Rp 7 miliar itu bersifat terbuka. "Hari ini adalah pemasukan dokumen," kata dia.

Mengenai pria yang menyaru sebagai petugas pajak itu,Ferizal mengaku tidak tahu. Sebab tidak ada tanda yang menunjukkan dia sebagai petugas, baik dari pakaian, ataupun tanda pengenal. Untuk membuktikan siapa pria tersebut,Ferizal mengajak wartawan untuk menemui panitia lelang untuk dikonfirmasi.

Sayangnya, wartawan tidak berhasil menemui panitia lelang. Sedangkan pria yang diduga sebagai panitia lelang yang sebelumnya sempat ditunjuk Ferizal mengaku bukan panitia. Keberadaannya di ruangan panitia saat keributan terjadi, hanya untuk berjaga-jaga.

Menurut rencana, pembukaan penawaran ini akan dilanjutkan siang ini, pukul 14.00 WIB. Sedangkan pria yang diduga sebagai bodyguard dan supir salah seorang peserta lelang, hingga kini belum diketahui identitasnya. (Adl)

(357) Dibaca - (0) Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved