Beluma Ada Kepastian Dispenda
Pembahasan APBD P Pekanbaru Terancam Molor
Selasa, 27 Juli 2010 - 16:07:12 WIB
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) tahun 2010, terancam terlambat alias molor dari waktu yang direncanakan sebelumnya. Pasalnya, sampai sekarang belum ada kepastian dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) terkait pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) semeseter I.
Demikian disampaikan, Kabag Keuangan Pemko Pekanbaru, Dasrizal,Selasa (27/7), kepada metroriau.com, di Kantor Walikota Pekanbaru. Katanya, keterlambatan ini menjadi pertimbangan Tim Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (TAPD) menunda perancangan APBD P yang idealnya sudah mulai dibahas Agustus mendatang.
''Kita masih menunggu kepastian laporan Dispenda, baik rencana efisiensi anggaran maupun kemungkinan untuk pencapaian target PAD, seperti yang disusun sebelumnya. Sebab, tanpa kepastian tersebut, kita cukup kesulitan dalam menyusun APBD P,'' ujarnya.
Dikatakan Dasrizal, secara materi TAPD sudah siap untuk menyusun APBD P, namun karena belum adanya kepastian dari Dispenda, sehingga perumusan terkesan stagnan. ''Besarnya pemasukan PAD akan berpengaruh terhadap jumlah belanja pada APBD perubahan. Sebab, keduanya saling berkaitan,''urainya.
Saat ditanya mengenai poin yang akan dirumuskan dalam APBD P nanti, Dasrizal belum mengetahuinya secara detail. Hanya saja, tambahnya, ada beberapa point yang tidak ada dalam APBD murni akan dimasukkan di APBD P, seperti tunjangan sertifikasi dan non sertifikasi guru yang anggarannya telah diterima dari pemerintah pusat.
Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah, M Ikhwan mengatakan pihaknya tetap optimis dapat mencapai target PAD pada akhir tahun mendatang. Untuk itu, lanjutnya, kerja sama dan koordinasi seluruh satker diharapkan dapat menunjang pencapaian target tersebut.
''Kita optimis dapat mencapai target pada semester II tahun 2010 nanti. Untuk itu, dibutuhkan kerja ekstra agar target bisa tercapai seperti yang diharapkan,'' jelasnya.
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian dalam menyusun laporan untuk memastikannya. Diakui Ikhwan, penurunan PAD terjadi hampir diseluruh SKPD. ''Saat ini upaya efisiensi dan optimalisasi pendapatan PAD masih sangat mungkin untuk dilakukan, agar target dapat tercapai,''ucapnya. (Lena)
(267) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :