| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Otonomi
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Sabtu, 11 Februari 2012
 
Kecambah Palsu Banyak Beredar di Kuansing
Jumat, 03 September 2010 - 15:40:25 WIB

TELUK KUANTAN,METRORIAU.COM - Usaha kelapa sawit memang sangat menjanjikan, sehingga banyak dari masyarakat maupun pihak perkebunan swasta yang telah melirik bidang perkebunan sawit ini. Bahkan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi telah menjadikan Kelapa sawit menjadi primadona saat sekarang ini.
Akan tetapi berdasarkan informasi yang dirangkum, banyak bibit sawit palsu beredar di pasaran, dan bahkan ditanam oleh petani sendiri. Hal ini disebabkan harganya yang relatof murah, dan tidak sulit untuk mencari bibit atau kecambahnya sendiri.

Padahal bila menanam bibit sawit yang palsu itu, sudah barang tentu merugikan petani itu sendiri, karena hasilnya tidak memuaskan (sebab lebih ringan dibandingkan bibit unggul), dan juga memiliki daun yang kekuningan),

Ketika hal ini dikonformasikan kepada Kepala Dinas Perkebunan Kuantan Singingi, H. Hardi Yakup, SP melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Delfinis, SP menyebutkan, Bila bibit sawit tak bermutu, tentu akan mempengaruhi produksi sqwit itu sendiri pada masa yang akan datang.

''Sebab, produksinya akan dapat terlihat setelah berusia tujuh tahun, yang hanya berkisar antara 2 ton per hektar,sementara bibit unggul (jenis hibrida) maka dapat menghasilkan lebih dari 4 ton per hektar,'' ungkapnya.

Dijelaskannya, yang lebih menguntungkankan, sejak mulai biah pasir sampai usia menjelang habis usia produktif selalu stabil dan tak pernah surut. Sehingga akan lebih jelas dapat meningkatkan ekonomi masyarakat petani itu sendiri.

Selain itu, katanya, masyarakat belum bisa budaya antri, sehingga untuk mendapatkan bibit sawit unggul itu, memerlukan waktu kurang lebih lima bulan.karena harus dipesan terlebih dahulu di Balai Pembenihan Kelapa Sawit (BPKS) Medan Sumatera Utara. Sedangkan harganya per kecambah sekitar Rp. 7.200 dan per kantong plastik (berisi 250 biji kecambah seharga Rp. 1.800.000.

''Sementara kecambah sawit palsu yang beredar di pasaran, hanya sekitar Rp. 250.000 sampai Rp. 300.000 per kantong plastik. Ini tentu saja sangat jauh berbeda harganya. Dan untuk mendapatkan kecambah palsu memang tidak sulit. Untuk mengatasi hal itu, maka Dinas Perkebunan terus melakukan tindakan preventif dan akan melakukan pemantauan di lapangan,''pungkasnya.(Idi susianto)

(147) Dibaca - (0) Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved