Pemkab Bengkalis Keluarkan Perbup Kawasan Suaka Ikan Terubuk
Jumat, 03 September 2010 - 16:29:59 WIB
BENGKALIS,METRORIAU.COM - Untuk menyelamatkan ikan terubuk yang menjadi ikon Bengkalis, pemerintah kabupaten (Pemkab) mengeluarkan Peraturan Bupati tentang Kawasan Suaka Ikan Terubuk. Perbup Nomor 15 Tahun 2010 tertanggal 20 Juli 2010 tersebut merupakan regulasi awal sebagai upaya untuk melindungi ikan terubuk dari kepunahan.
''Sebenarnya upaya penyelamatan ikan terubuk bisa dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya membuat suatu kawasan suaka terubuk dan ini yang telah kita lakukan. Kedepannya mungkin diperkuat dengan Perda Perlindungan Terubuk,'' ujar Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis, Herman Mahmud kepada metroriau.com, Jumat (3/9).
Salah satu poin penting dari Perbup Kawasan Suaka tersebut adalah pengaturan tentang jadwal pelarangan ikan terubuk. Secara empiris, menurut Herman, ikan terubuk bertelur di daerah estuary (air payau) pada bulan Agustus, September dan Oktober. Selanjutnya, pada bulan-bulan tersebut hanya tiga hari ikan terubuk bertelur yaitu, jadi selama tiga hari pada bulan-bulan tersebut diharapkan nelayan tidak menangkap ikan terubuk.
''Ini merupakan hasil penelitian dari CSIRO bekerja sama dengan UNRI. Masyarakat nelayan pun pada umumnya sudah tahu. Tinggal lagi ada tidak niat tulus dari mereka (nelayan,red) untuk melestarikan ikan terubuk,'' ungkapnya.
Tidak tertutup kemungkinan, penerapan Perbup ini sambung Heman akan mendapat tantangan dari masyarakat nelayan karena terkesan mengurangi hasil tangkapan mereka dan berdampak kepada berkurangnya pendapatan. Namun masyarakat nelayan juga harus menyadari bahwa keluarnya Perbup ini semata-mata untuk menjamin keberlangsungan populasi ikan terubuk.
''Bayangkan dengan mengurangi penangkapan ikan terubuk hanya tiga hari, tapi kedepannya memberikan manfaat yang sangat besar yaitu keberlangsungan populasi ikan terubuk akan tetap terpelihara,'' ujarnya.
Dikatakan, penerapan Perbup kawasan suaka ini memang harus disinergikan dengan kabupaten-kabupaten lain yang menjadi habitat ekosistem ikan Terubuk. Mengingat daerah spawning ikan-ikan terubuk ini berada di sekitar pulau Padang, Sei Pakning dan muara DAS Siak. Sedangkan daerah nursery ground larva ikan terubuk berada di Sungai Siak.
''Untuk itu kita akan upayakan hal ini bisa difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi Riau,'' katanya lagi.
Sementara itu, upaya penyelamatan ikan terubuk melalui usaha pebenihan ini tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan panjang lagi. Namun tinggal mengadopsi teknologi yang sudah dilakukan negeri jiran Malaysia, tepatnya di Serawak dalam menyelamatkan ikan terubuk ini. Salah satu metode yang dilakukan negeri jiran itu, kata Herman, dengan melakukan pemijahan tengah lautan. Kemudian larvanya dibawa kembali di tempat budi daya ikan.
''Masyarakat kabupaten Bengkalis harus menyelamatkan ikan terubuk. Karena selain mempunyai nilai ekonomis, keberadaan ikan terubuk mempunyai nilai historis. Kalau kita berhasil menyelamatkan terubuk, berarti kita menyelamatkan ikon Bengkalis. Jangan sampai anak cucu kita hanya bisa melihat terubuk di lambang kabupaten Bengkalis saja,'' katanya sembari menambahkan bahwa keberadaan ikan terubuk di dunia ini hanya ditemuai di lima negara, diantaranya teluk Bangladesh, laut Arab, Serawak Malaysia, China dan Bengkalis (Indonesia).
Untuk diketahui, menyusutnya populasi ikan terubuk di perairan Bengkalis, antara lain karena kebiasaan nelayan yang menangkap ikan terubuk saat bertelur, kemudian faktor pencemaran lingkungan dan menyusutnya kawasan hutan bakau di daerah ini, serta meningkatnya jumlah nelayan.
''Berdasarkan penelitian selama ini, pada perut ikan terubuk terdapat serbuk gergaji alias sesai (sebutan warga Bengkalis, red) yang bercampur dengan bahan-bahan kimia. Hal in terjadi,karena kebiasaan ikan terubuk yang makan planton diantara serbuk gergaji,''kata Herman.(Zul)
(295) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :