FD DPRD Riau Kecewa Terhadap Partai Koalisi
Rabu, 25 Agustus 2010 - 11:01:17 WIB
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Fraksi Demokrat di DPRD Riau kecewa terhadap partai koalisi yang terkesan sengaja melempar kadernya dari kursi keanggotaan Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau. Tak urung, partai pemenang nomor dua tingkat provinsi ini akan mengevaluasi terhadap partai-partai koalisi termasuk kader Demokrat sendiri.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau, Rita Zahara mengatakan, evaluasi tersebut penting dilaksanakan demi memastikan langkah apa yang harus dilakukan fraksinya di dewan. Apalagi ketika wakil kader Demokrat terkesan dilempar oleh partai koalisi lainnya yang seharusnya menempatkan Demokrat sebagai mitra di keanggotaan BK. Sejumlah partai koalisi yang ada di DPRD Riau adalah, Golkar yang notabene sebagai pemenang terbesar tingkat Riau. Kemudian disusul PAN, PPP, PKB, PBR dan PPRN. Sementara, PKS dan PDI yang partai non koalisi justru terpilih duduk di keanggotaan BK DPRD Riau.
Ada pun nama-nama keanggotaan BK yang terpilih pada rapat Paripurna Multiyears PON dan Penyesuaian Alat Kelengkapan Dewan pada Senin malam 23 Agustus lalu adalah, Ketua BK, Syamsuri Latif dari Golkar, Wakil Ketua BK, Azis Zainal dari PPP serta tiga orang anggota lainnya Syafrudin Sa'an dari PKS, James Pasaribu dari PDI-P, Solihin Dahlan dari Fraksi Gabungan.
''Tidak adanya wakil kita di BK DPRD Riau tentu menjadi pertanyaan besar. Karena itu Senin depan, fraksi akan membahas dan mengevaluasi baik partai koalisi mau pun kader sendiri,'' kata Rita kepada metroriau.com, Selasa (24/8).
Lebih lanjut, Rita Zahara juga menyatakan, selain itu mengadakan pertemuan tingkat fraksi, Demokrat di dewan juga akan mengadakan pertemuan dengan Ketua DPD Demokrat yang baru, HR Mambang Mit beberapa waktu ke depan. Namun Rita tidak merincikan poin apa saja yang dibahas, apakah terkait evaluasi partai bersama koalisi.
Menyikapi persoalan kekecewaan fraksi Demokrat karena terlempar dari kursi pemilihan keanggotaan BK DPRD Riau, Ketua Fraksi Golkar, Iwa Sirwani Bibra menyatakan, mempersilahkan jika Demokrat ingin mengevaluasi koalisi. Namun pada dasarnya, apa yang telah terjadi adalah demokrasi.
Iwa menolak jika disebut partainya yang berperan dalam menggalang kekuatan untuk menghambat Demokrat untuk duduk sebagai keanggotaan BK.
Selain itu, Iwa juga menolak jika timbulnya persaingan politis belakangan karena terkait rivalitas antara Ketua DPD Golkar Indra Mukhlis dengan Ketua Demokrat, HR Mambang Mit.
''Saya pikir tidak ada tidak ada kaitannya. Namun Golkar tetap komit dengan partai koalisi,'' kata Iwa.
Menyinggung percepatan evaluasi partai koalisi yang pernah dilemparkan partai Golkar, Iwa menegaskan memang ada dan tidak tertutup kemungkinan terjadi. Namun dia mengaku wacana evaluasi itu sah-sah saja. Sebab dari koalisi yang telah dibuat tidak ada yang mengingkat.
''Masa kontrak partai koalisi 2,5 tahun. Namun jika dipercepat pun tidak ada masalah tergantung kondisinya,'' kata Iwa seolah menegaskan antara Golkar dan Demokrat kini sudah mulai bersebrangan. (Mukhtiar)
(385) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :