| Mobile | ePAPER | RSS | Cetak
 
Showbiz
BREAKING NEWS :
PWI Riau Gelar Lomba Karaoke Antar Wartawan
Minggu, 12 Februari 2012
 
Malaysia Sebut Sinetron Indonesia Tidak Mendidik
Rabu, 28 Juli 2010 - 09:54:10 WIB

Kuala Lumpur METRORIAU.COM- Malaysia yang selama ini menjadi langganan sinetron indonesia kini berangsur mengurangi porsi konsumsi sinetron indonesia, pasalnya sinetron asal indonesia tidak memiliki nilai edukasi. Bahkan Radio Televisyen
Malaysia (RTM) selaku media elektronik yang dikelola di bawah naungan
Kementerian Penerangan, Komunikasi dan Budaya Malaysia tidak lagi
menayangkan sinetron dari rumah produksi televisi Indonesia.

Selain sinetron produksi indonesia dinilai kurang mendidik juga bertentangan
budaya masyarakat Malaysia. Selain , "Kami dimalaysia ini terusterang
sangat sukan menonton sinetron produksi Indonesia, tetapi terhitung
sejak awal tahun 2010 lalu, RTM yang mengelola TV1 dan TV2 Malaysia
tidak lagi menyiarkan sinetron dari Indonesia karena dinilai
bertentangan dengan budaya lokal," ujar Kepala Produksi Penyiaran RTM,
Datin Norhayati Bin Ismail kepada rombongan peserta study komperatif
yang terdiri dari Biro Humas Peprov Riau dan Jurnalis asal Riau, di
Kuala Lumpur selasa (20/7).

Disebutkan
Norhayati, tujuan RTM selama ini mengambil tayangan sinetron asal
indonesia hanya untuk menutupi biaya produksi RTM pertahunnya yang
sangat besar, apalagi kerajaan malaysia selaku penyandang dana produksi
RTM mengurangi subsidi ke media plat merah itu.

Bahkan kata
Norhayati, dari seluruh tayangan yang disiarkan RTM selama ini, 40
persen diantaranya merupakan siaran ulang acara hiburan dan sinetron
ulangan dari Indonesia,"40 peratus siaran kita selama ini merupakan
siaran ulang dari produksi indonesia, tetapi itu semata kami lakukan
untuk menghibur dan mengurangi biaya produksi kami yang tinggi, tetapi
akhirnya kami menilai sinetron itu tidak memiliki makna pendidikan, dan
tidak sejiwa dengan budaya di Malaysia"

Lebih jauh
dikatakanya,pemerintah Malaysia di bawah Kementerian Penerangan,
Komunikasi dan Budaya Malaysia tidak menginginkan tayangan yang
disiarkan TV1 dan TV2 hanya mengedepankan sebuah cerita populis tanpa
memiliki arti penting bagi masyarakat negeri serumpun indonesia itu

Ditambahkanya,
selama ini acara-acara hiburan seperti musik dan drama atau yang
dikenal dengan sebutan sinetron di Indonesia telah menjadi tayangan
favorit dalam mengisi jam-jam siaran baik TV1 ataupun TV2 yang
dipancarkan dari Angkasapuri, Kuala Lumpur.

Meskipun demikian
kata Norhayati, sinetron asal indonesia yang dianggap tidak memberikan
manfaat itu tetap memiliki tempat dihati masyarakat malaysia, hal ini
dapat dilihat dari kegiatan penyiaran sejumlah televisi swasta nasional
yang dikelola swasta seperti TV3 masih menayangkan sinetron dari
Indonesia

"Sinetron indonesia masih memiliki penggemar di
Malaysia, meskipun kami tidak menayangkan lagi, tetapi televisi swasta
nasional masih menyiarkanya,'ujarnya
.
Dewasa ini Malaysia memiliki tujuh
stasiun televisi nasional, dan dua diantaranya dikelola pemerintah
negara itu TV1 dan TV2 serta 34 radio siaran nasional yang berada di
bawah RTM.

TV1 disiarkan dengan menggunakan bahasa Melayu
dan mengudara selama 20 jam sehari, sedangkan TV1 yang menggunakan
empat bahasa yakni Melayu, China, India dan Inggris bersiaran selama 24
jam sehari..(Dian Alhadi)

(855) Dibaca - (1) Komentar :


Tuk Dalang
@ Tuk Dalang, 28 Juli 2010 | 12:50:17 WIB
Betul tu...


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
 
 
  Berita Anda [ Kirim ]
Kampanye Aids Dalam Rangka Peringat...
Demo Warga Perumahan Parist Athaya ...
Korban tsunami mentawai...
Potensi Bahaya dari Jaringan Pipa G...
kepala desa yang sedang dicari masy...
 
Redaksi | SMS Iklan | Disclaimer | Space Iklan Cetak : METRO RIAU - Berwawasan dan Berkepribadian
  Copyright © 2010 by metroriau.com. All Rights Reserved