Jadikan Pemain Asing Tempat Mecuri Ilmu
Jumat, 09 April 2010 - 16:12:03 WIB
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Maraknya bursa transfer pemain asing maupun menggunakan sistem kontrak hingga satu musim hal yang sudah biasa dilakukan baik tim sepakbola kecil maupun yang sudah memiliki nama besar. Hal itu tentu agar tim tersebut dapat mencapai target yang telah ditentukan.
Dibalik itu semua tidak terlepas dari pendanaan yang besar pula untuk melakukannya. Sementara, bagi tim kecil yang minim akan aggaran dapat bertahan saja sudah sangat jauh dari haparan. Sistem kontrak pemain asing juga sangat membantu kinerja pelatih agar suatu tim yang dibesutnya dapat terus bertengger di papan atas.
Tetapi, bagi Abdulrahman Gurning yang saat ini masih menukangi PSPS Pekanbaru dengan setia memiliki pendapat berbeda. Baginya, kedatangan pemain asing maupun pemain nasional untuk jangka panjang memang sangat di butuhkan.
Sedangkan jika pemain asing maupun nasional hanya digunakan buat dalam jangka waktu pendek. Hendaknya jadikan orang tersebut sebagai ajang tempat mencuri ilmu bagi para pemain lokal.
Demikian dikataka pelatih asal Kisaran, Sumatera Utara itu kepada metroriau.com, Jumat (9/4) di Mess Wisma Benni, Rumbai.
''Tetapi untuk melakukan hal itu pasti tak terlepas dari pendanaan besar agar kita suatu tim itu sendiri jangan salah pilih siapa pemainnya yang bakal di kontrak. Idealnya, dengan dana besar bisa merekrut pemain berkelas yang dapat dimanfaatkan buat pemain untuk menimba ilmu. Sedangkan, bagi managemen bisa untuk memanfaatkan baik sesaat maupun jangka panjang,'' katanya.
Sementara itu, masih menurut pelatih yang pernah menukangi Persitara, Jakarta Utara itu perusahaan yang ada di Riau saat ini jauh berbeda kepeduliannya ketika pada saat musim divisi utama lalu.
''Dibanding musim lalu, anak-anak masih bisa menggunakan kostum dari sponsor yang memberikan bantuan dana. Sedangkan saat ini hanya kepedulian dari pemerintah daerah dan perusahaan yang bisa di hitung dengan jari yang masih peduli akan PSPS,'' tambahnya.
Lalu apakah masing-masing tim bisa mandiri tanpa melibatkan pihak manapun tentang pendanaan dengan kerja keras pelatih agar bisa menempah pemain berkelas.?
Pria yang akrab disapa Bang Haji itu merasa pesimis jika tim yang ada di Indonesia dapat melakukannya.''Di Indonesia setiap tim sulit untuk bisa mandiri tanpa melibatkan pemda setempat dan pihak perusaan besar yang ada di wilayah itu sendiri. Tetapi hal itu tidak tertutup kemungkinan apabila masyarakat dapat mendukung sepenuhnya. Misalnya dengan jumlah penonton yang membludak di stadion dengan mengantongi tiket resmi untuk sebuah pertandingan,'' urainya. (Najib)
(3898) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :