Managemen PSPS Siap Transparan
Selasa, 31 Agustus 2010 - 17:00:13 WIB
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Managemen PSPS Pekanbaru siap melakukan blak-blakan atau transparan dalam pengelolaan keuangan PSPS Pekanbaru, termasuk dalam hal pembayaran gaji para pemainnya. Asalkan tranparansi itu tidak menggangu kinerja dan kondisi tim.
Demikian ditegaskan Manager PSPS Pekanbaru Dastrayani Bibra menjawab metro riau.com mengenai tuntutan transparansi managemen dalam mengelola keuangan tim, Selasa (31/8). Dikatakan Dastrayani, harapan semua pihak untuk melakukan transparansi di tim PSPS masih sulit dilakukan.
Karena dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap tim secara keseluruhan. Karena jika pola tranparansi dalam penggunaan dana internal tim termasuk dalam pembayaran gaji pemain dilakukan, akan menimbulkan kecemburuan sosial antar pemain PSPS.
''Tidak akan bisa kita umumkan secara transparan penggunaan keuangan PSPS itu, karena semuanya akan berdampak buruk terhadap keberadaan tim PSPS sendir, mengingat dana yang kita gunakan adalah APBD Pekanbaru dan APBD Riau, terlebih lagi akan terjadi gejolak antyar pemain,''ujarnya
Ide beralasan, setiap pemain yang merumput bersama PSPS tidaklah memiliki kesamaan dalam memperoleh gaji ataup[un nilai kontraknya. Semuanya tergantung penialain Managemen dan kelayakan skil pemain.
''Jika kita publikasikan gaji dan kontrak pemain ini, pasti tim PSPS tidak akan harmonis lagi, akan terjadi kecemburuan sosisl antar pemain, inilah yang kita hindari, yang terjadi perbedaan itu adalah kontrak antara pemain lokal dan asing, itu saja, oleh karena itu saya menyatakan untuk saat ini kita belum bisa untuk transparan itu, tetapi jika ada jaminan bahwa ini tidak akan menggangu tim, kita akan coba itu,''pungkasnya
Lebih jauh ide mengungkapkan, hal yang sama juga terjadi pada pemasukan dan pengeluaran PSPS,''kalau boleh jujur kita ini, pemasukan PSPS selama bermain dikandang itu tidak mencukupi menutupi biaya operasional tim selama satu musim,''ujarnya
Dipaparkanya, dari 18 laga kandang yang dimainkan PSPS pada musim lalu,hanya menghasilkan pemasukan bersih 800 juta rupiah kepada managemen tim. Jumlah itu kata Ide,jika dikalkulasikan hanya cukup membiayai 4 pertandingan tandang saja.
''Memang penonton ramai setiap laga kandang itu, tetapi kita juga tidak menutup mata masih kurangnya kesadaran penonton yang tidak membayar tiket masuk itu, padahal kalau kita jujur uang yang kita dapatkan setiap pertandingan itu hanya berkisar 100 juta dan dihitung bersih itu hanya mendapatkan 800 juta permusimnya,''pungkasnya.
Sedangkan untuk pertanggungjawaban penggunaan dana APDB Pekanbaru oleh PSPS yang menjadi temuan BPK RI Perwakilan Riau, Ide membantahnya."Tidak ada temuan, kita secara administrasi sudah lengkap bukti pertanggung jawabanya," jelas ide.
Untuk mengarungi musim kompetisi 2010-2011 mendatang, PSPS Pekanbaru membutuhkan anggaran Rp 20 milyar. Dimana anggaran itu bersumber dari APBD Pekanbaru, APBD Riau dan sponsor.
''Kita butuh segitu, tetapi untuk saat ini dana itu belum terkumpul semuanya, yang jelas semua pemain sudah kita kontrak,''ungkap Ide.(Dianalhadi)
(433) Dibaca - (0) Komentar :
Isi Komentar :