Jakarta, METRORIAU.com - Jejaring komunitas sosial di Indonesia tampaknya semakin diminati masyarakat dan terus melonjak dengan cepat. Hanya saja saat ini jejaring sosial yang ada lebih banyak berbasis jaringan internet, dimana tingkat pengguna internet baru mencapai sekitar 25 juta orang. Bandingkan dengan pelanggan telepon selular yang menembus angka 120 juta orang, dan telah menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat.
Melihat fakta tersebut, PT Bakrie Telecom, Tbk melalui produk telekomunikasinya, Esia, kembali memperkenalkan inovasi terbarunya dimana jejaring sosial pertemanan kini juga bisa dilakukan melalui media telepon dan sms. Layanan terbaru ini diperkenalkan dengan diberi nama Esia TTM atau Esia Telusur Teman Mu. "Esia TTM memang kami arahkan untuk memenuhi kebutuhan kaum muda yang begitu gandrung pada jejaring sosial atau pertemanan. Dengan membuka layanan jejaring pertemanan melalui media telepon dan sms, maka jumlah penggunanya akan semakin banyak. Melalui Esia TTM, kami menyediakan sarana untuk mereka saling berhubungan, membangun komunitasnya sendiri dan menciptakan gaya hidup sesuai dengan aturan di komunitasnya tersebut", ujar Erik Meijer, Deputy President Director PT Bakrie Telecom Tbk saat perkenalan layanan Esia Telusuri Teman Mu di Jakarta kemarin.
"Dengan menyediakan layanan ini maka Esia memposisikan dirinya sebagai produk telekomunikasi pertama yang melakukan inisiatif untuk membangun jejaring sosial berbasis telepon dan sms. Dengan demikian setiap pengguna ponsel Esia yang beredar di pasaran dapat mengakses layanan in", kata Erik.
Uniknya, peluncuran Esia TTM dilakukan di tengah-tengah acara Talkshow "Berteman Seru dan Aman di Dunia Maya". Di acara yang dihadiri oleh Ruby Alamsyah (Pakar Teknologi Informasi) Vincent Club 80s (selebriti dan aktivis jejaring sosial), Ratih Ibrahim (psikolog), dan Erik Meijer (expert dan perwakilan PT Bakrie Telecom Tbk) ini dibahas bagaimana pertemanan di jejaring sosial berlangsung dengan cepat dan seringkali sulit terkendali dan bahkan mulai timbul masalah keamanan. Dengan Esia TTM, masalah-masalah tersebut dapat dikendalikan karena pengguna Esia TTM dapat menjaga informasi pribadinya sampai mereka memberikannya sendiri pada teman barunya.
Lebih lanjut, di Esia TTM pelanggan Esia dapat membuat profile pribadi yang dapat didengarkan oleh pelanggan lainnya, termasuk beberapa kriteria tertentu seperti Minat, Hobby, Umur, maupun Gender, sehingga profile tersebut juga dapat ditemukan oleh pelanggan Esia lainnya. Ditambah lagi dengan fitur 'Voice Profile' dimana pengguna Esia TTM bisa membuat pesan suara singkat mengenai dirinya. Sebaliknya ia pun dapat mencari profile pengguna Esia TTM lainnya yang kiranya sesuai dengan kriteria yang diinginkannya.
Bergabung dengan Esia TTM sangat mudah, cuma dengan menghubungi satu nomor khusus, 141. Dari situ, pelanggan Esia dapat mencari dan mendengarkan daftar profile pelanggan Esia lainnya yang sudah bergabung. Ia pun mendapatkan satu nomor identitas yang disebut sebagai Chat ID berisi profilenya. Chat ID menjadi tanda pengenal dirinya sebagai pengganti nomor telepon. Dengan Chat ID pribadi inilah ia dapat dipangggil langsung baik lewat telepon maupun SMS.
Selanjutnya, menurut Erik, pelanggan Esia tersebut bisa berbicara langsung dengan pelanggan Esia TTM yang sudah terdaftar tanpa harus memberikan nomor Esia-nya secara langsung (anonymous chat). Jika ada panggilan telepon atau SMS dari satu Chat ID yang tidak dikehendakinya, maka dirinya dapat melakukan tindakan inactive profile dengan memasukkannya dalam daftar hitam (blacklist). "Blacklist ini gunanya untuk menghindarkan pelanggan dari spamming atau gangguan yang tidak dikehendakinya", papar Erik.
Biaya registrasi Esia TTM sangat terjangkau, yaitu cuma Rp 1.000,- per minggu dan biaya penggunaan cuma Rp 500,- per menit untuk panggilan telepon atau Rp 250,- per sms.
Luar biasanya lagi, sejak layanan ini diuji coba pada minggu terakhir tahun 2009 lalu, jumlah penggunanya sudah cukup banyak, walaupun tanpa promosi apapun! Sampai dengan minggu ketiga Januari 2010 sudah ada 1500 pelanggan Esia yang tergabung dalam Esia TTM, melalui penyebaran informasi mulut ke mulut. Tak mengherankan jika Erik sangat optimis akan layanan ini dan mengajak pelanggan Esia bergabung untuk memperluas jaringan pertemanan.(rls/pajriex)
(85) Dibaca - (3) Komentar :
LSM KOMID RI Kab. Pelalawan10 Februari 2010 - 20:05:25 WIB Management PT.RAPP janganlah mencoba membodohi masyarakat dan merusak ekosistem lahan gambut di riau dalam memanfaatkan hutan alam di semenanjung kampar dengan berdalih "menerapkan pendekatan scientific untuk mengelola lahan gambut disemenanjung kampar ?????????",
apakah metode tersebut yang akan digunakan oleh Dr. Neil Franklin dalam membabat hutan alam dikawasan lahan gambut telah diuji secara ilmiah dihadapan para pakar ilmuan di indonesia ??????? sehingga dapat disimpulkkan bahwa metode dimaksud layak atau tidak untuk diterapkan di lahan gambut semenanjung kampar.
Seandai nyapun Dr Neil telah mengaplikasikan metode tsb dinegaranya coba tunjukan secara konkrit dinegara mana metoda tersebut pernah anda dilakukan.
Kebe radaan, tugas dan funsi Dr. Neil Franklin di RAPP perlu dicermati pihak pemerintah, setidaknya bukankah peneliti asing yang akan melakukan penelitian di indonesia harus mendapat izi dari LIPI dan juga wajib didampingi oleh pihak peneliti dari LIPI,
Sungguh sangat disayangkan jika suatu saat Dr. Neil suatu saat mendapat gelar professor dengan peneliti bebas di lahan gambut semenanjung kampar, sementara hutan alam gambut yang seyogiyanya dilestarikan berubah fungsi menjadi hutan akasia????
Mohon pihak-pihak pengambil kebijakan agar jeli dan dapat mencermati secara mendalam bahaya dan resiko yang akan dialami oleh masyarakat sekitar yang terkena dampaknya dikemudian hari...
Thnks
RM. SIKUMBANG
RS M Partomo, Bagan siapi-api16 Februari 2010 - 11:10:07 WIBKami atas nama RS M Partomo Bagan si Api-api beserta keluarga besar Teguh Abdianda, mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besar nya kepada saudara eed yang telah mengangkat berita ini hingga ke tingkat Nasional dan Alhamdulillah saat ini Teguh dan keluarga nya telah mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan masyarakat.
Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Riau 06 Maret 2010 - 09:20:17 WIB Wahai Dr Neil Franklin, terpikirkah oleh Dr. beberapa hal yang dapat merusak lingkungan?? pastilah Dr. Belajar bagai mana cara melindungi ( melestarikan Hutan ). terlihatkan oleh Dr. dampak HTI di Prov.Riau??? kalau memang berniat untuk pelestarian Hutan Riau mengapa mesti harus HTI kalau memang HTI itu bisa melestarikan Hutan kami meminta bukti yang metoda yang telah Dr dapat itu, dan tolong di publish kan ke satatiun TV iyang ada di Indonesia agar rakyat indonesia dan pakar hutan di indonesia tahu bagai mana cara yang baik melestarikan hutan dengan cara metoda yang Dr dapat itu.... HTI
Isi Komentar :