22 Zulhijjah 1442 H / Minggu, 1 Agustus 2021
WHO Sebut Penularan Covid-19 Bisa Munculkan Varian Lebih Berbahaya
dunia | Kamis, 22 Juli 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : republika
ilustrasi

JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan tentang rantai penularan Covid-19 secara global. Menurutnya, jika tak terkendali maka potensi munculnya varian baru yang lebih berbahaya dari Delta semakin terbuka.

"Semakin banyak transmisi, semakin banyak varian yang muncul dengan potensi lebih berbahaya dari varian Delta yang menyebabkan kerusakan seperti sekarang ini. Semakin banyak varian, semakin tinggi kemungkinan salah satu dari mereka akan menghindari vaksin dan membawa kita semua kembali ke titik awal,” kata Ghebreyesus pada Rabu (21/7).

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang kini tengah berlangsung adalah ujian dan dunia sedang gagal. "Dalam waktu yang saya perlukan untuk membuat pernyataan ini, lebih dari 100 orang akan kehilangan nyawa mereka karena Covid-19," ucapnya.

Dia berpendapat alasan mengapa dunia masih tidak dapat mengatasi pandemi meskipun memiliki semua instrumen yang diperlukan adalah kurangnya komitmen politik nyata. Dalam hal ini, Ghebreysus secara khusus menyinggung negara anggota G20. Menurutnya mereka perlu menunjukkan kepemimpinan guna memastikan peningkatan dan penyebaran alat yang diperlukan untuk menyelematkan nyawa.

“Jika mereka mau, ekonomi terkemuka dunia dapat mengendalikan pandemi secara global dalam hitungan bulan dengan berbagi dosis (vaksin) melalui Covax, mendanai Akselerator ACT, dan memberi insentif kepada produsen untuk melakukan apa pun untuk meningkatkan produksi," ujar Ghebreyesus.

Bersama dengan kepala Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia, Ghebreyesus telah menyerukan dorongan global besar-besaran untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada September. Ia berharap angka itu meningkat menjadi setidaknya 40 persen pada akhir tahun ini. Sedangkan pada pertengahan tahun depan bisa mencapai 70 persen.

Ghebreyesus mengungkapkan untuk mencapai tujuan tersebut, dunia membutuhkan 11 miliar dosis vaksin. Sejauh ini dunia telah mencatatkan 191 juta kasus Covid-19. Lebih dari 4,1 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat pandemi. Sementara jumlah vaksin yang telah diberikan mencapai 3,9 miliar dosis.*




Artikel Terbaru
nasional, Sabtu, 31 Juli 2021
Positif COVID-19 di Tanah Air masih terud bertambah. Pada Sabtu,.

sportainment, Minggu, 1 Agustus 2021
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal menyumbangkan medali bagi.

etalase, Minggu, 1 Agustus 2021
Industri 4.0 yang marak saat ini sangat erat kaitannya dengan.

pekanbaru, Sabtu, 31 Juli 2021
Vaksinator dari RSAU dr Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin berkolaborasi.

etalase, Sabtu, 31 Juli 2021
ibu hamil sudah dapat diperbolehkan vaksinasi.

dunia, Sabtu, 31 Juli 2021
Uji coba yang mencampurkan dosis pertama vaksin Sputnik V Rusia dan.

hukum, Minggu, 1 Agustus 2021
Pengacara kondang Razman Arif Nasution yang merupakan kuasa hukum.

pekanbaru, Sabtu, 31 Juli 2021
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Jumat (30/7/2021) meninjau vaksinasi.

etalase, Sabtu, 31 Juli 2021
Masyarakat yang mendiami 11 desa di Kabupaten Indragiri Hulu,.

bengkalis, Sabtu, 31 Juli 2021
Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengapung di Taman.

Otomotif