Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Pekanbaru Sukses Gelar KOCI ke-2
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, belum lama.


Rabu | 04 Desember 2019
PSMTI Riau Nobar Film Susi Susanti Love All
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar Nonton Bareng.

Rubrik : inhu
Bantuan Rastra di Inhu Diganti Dengan BPNT
Editor : wisly | Penulis: dasmun
Kamis , 00 0000
ilustrasi beras

RENGAT - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Inhu tak lagi menerima bantuan Beras Sejahtera (Rastra). Sebagai penggantinya, KPM akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa uang tunai untuk ditukarkan dengan beras dan telur ayam di sejumlah warung yang sudah ditunjuk.

Demikian disampaikan Sekeretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhu, Hendrizal kepada wartawan, Kamis (16/5) usai memimpin rapat sosialisasi elektronifikasi dan penyaluran BPNT di ruang rapat HR Thamsir Rahmat lantai IV Kantor Bupati Inhu. 

Rapat diikuti Kepala Dinas Sosial, camat, Bulog Inhu, Bank Mandiri, Bank Indonesia, Satgas Anti Mafia Pangan, Kepolisian dan Kabag Ekonomi serta PKH.

Rapat membahas tentang penyaluran bantuan pangan non tunai, karena mulai Mei ini, BPNT sudah mulai dilaksanakan bekerjasama dengan perbankan yang menunjuk warung di desa pada 14 kecamatan di Kabupaten Inhu.

Menurutnya, sesuai SOP ada 194 desa di Inhu yang menyalurkan BPNT. Setiap desa ada satu warung ditunjuk perbankan untuk ditukarkan sembako berupa beras dan telur ayam oleh setiap KPM. Nantinya, setiap KPM akan mendapatkan kartu bekerja sama dengan perbankan mengambil uang sebesar Rp110.000 per KPM. 

Uang tersebut hanya diperbolehkan ditukarkan dengan beras dan telur ayam di warung yang sudah ditunjuk perbankan. Bantuan akan terus dievaluasi, termasuk warung yang ditunjuk pihak perbankan. Jika sembako di warung tidak habis sesuai persediaan, berarti terjadi pengurangan warga miskin.

"Demi suksesnya penyaluran BPNT diharapkan pihak terkait bagi yang belum mempersiapkan SOP agar segera disiapkan. Khusus PKH supaya mensosialisasikan BPNT kepada masyarakat, agar tidak terjadi masalah," jelasnya.*




Berita Lainnya