25 Rabiul Akhir 1443 H / Rabu, 1 Desember 2021
Lurah Tirta Siak Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi | METRORIAU.COM

Des 2021
01


ilustrasi
Lurah Tirta Siak Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi
hukum | Rabu, 24 November 2021
Editor : hidayat | Penulis : Cr1

PEKANBARU - Aris Nardi yang merupakan Lurah Tirta Siak mengaku sempat menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi yang bertugas di Polresta Pekanbaru. Ia dimintai uang sebesar Rp20 juta agar ia bebas dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dinilainya sebagai jebakan.

Aris mengatakan uang tadi katanya untuk membayar administrasi dalam kasus yang menyeret namanya dalam dugaan pungli pengurusan SKGR sebesar Rp3,5 juta.

"Saya tidak pungli. Jika pungli, uang tentu sama saya. Pas kejadian itu saya mau shalat maghrib ke Jalan Cempaka, Kecamatan Marpoyan Damai. Tiba-tiba kendaraan saya dihadang dan saya disergap, handphone dirampas, kunci kendaraan dirampas dan saya dibawa ke Polresta Pekanbaru," katanya.

Ceritanya, sebesar Rp3,5 juta itu diperoleh polisi dari salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari kantor lurah. Dari keterangan warga itu ada seseorang yang menitipkan uang itu kepadanya dan akan diserahkan kepada Aris untuk pengurusan SKGR.

"Saya tidak tahu kalau orang itu kasih uang ke warga. Jadi, Ia diamankan anggota Polresta Pekanbaru setelah terima uang itu. Setelah itu polisi mencari saya," katanya.

Akhirnya Kamis (24/09/21) Polresta Pekanbaru menangkap Aris usai menunaikan sholat Maghrib di Jalan Cempaka Pekanbaru. Ruangan kerjanya juga turut digeledah petugas.

"Setelah menggeledah kantor saya dan membawa berkas-berkas, saya dibawa ke Polresta. Alasan saya ditangkap kata pak polisi itu karena tindak pidana OTT," sebut Aris.

Meski begitu saat itu Aris tidak ditahan karena barang bukti dibawah Rp5 juta. Namun belakangan Ia justru mengaku dimintai uang senilai Rp20 juta agar bebas.

"Posisi saya sudah tertekan malam itu dan sudah kacau, oknum itu mengatakan berapa ada uang? Kalau sejuta tidak mungkin itu. Istri saya memberikan Rp5 juta dan sisanya Rp15 juta dibayarkan besok," sambung Aris.

Usai kejadian tersebut, Aris Nardi dibebaskan dengan status wajib lapor. 

Terpisah Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pria Budi membantah anggotanya melakukan dugaan pemerasan tersebut.

"Tidak benar. Karena saya sudah selidiki makanya saya bilang tidak benar itu," katanya, Selasa (23/11/21) kemarin 

Pria Budi mengatakan, dugaan oknum yang bersangkutan sudah diperiksa oleh Propam Polda Riau.

"Kan sudah dilaporkan ke Propam, kita tunggu hasilnya. Anggota juga sudah diperiksa atas laporan lurah ini. Kita tunggu hasilnya," tandasnya.*

Indeks Terbaru
hukum, Rabu, 1 Desember 2021
Kasus Pelecehan Seksual Syafri Harto Dilimpahkan Ke Kejaksaan
pekanbaru, Rabu, 1 Desember 2021
Gubri Minta Sekda dan BKD Pantau Pergerakan ASN Saat Libur Nataru
dumai, Rabu, 1 Desember 2021
Disdikbud Sebut Tidak Ada Klaster Pendidikan di Dumai
nasional, Rabu, 1 Desember 2021
Usulkan Pembentukan FPK Nasional, Rakor FPK Sampaikan Deklarasi Andalas untuk Indonesia
pekanbaru, Selasa, 30 November 2021
Pelajar Abdurrab yang Positif Covid-19 Dirawat di RSD Madani

meranti, Selasa, 30 November 2021
Sampah Menyeruak dan Berserak di Pantai
nasional, Selasa, 30 November 2021
Gawat, 66,6 Persen Anak Tonton Pornografi di Media Daring
pekanbaru, Selasa, 30 November 2021
UMK Pekanbaru 2022 Naik Rp51 Ribu
kuansing, Selasa, 30 November 2021
PT RAPP Kembali Salurkan Beasiswa di Kabupaten Kuansing
inhu, Selasa, 30 November 2021
Dewan Sahkan APBD Inhu 2022 Sebesar Rp1,4 T

pekanbaru, Selasa, 30 November 2021
Sempena Hari Menanam Pohon Indonesia, 7820 Pohon di Tanam di Sekitar Pembangkit
rohil, Selasa, 30 November 2021
Agar Bisa PTM, Disdikbud Rohil Imbau Siswa Segera Ikuti Vaksin
etalase, Selasa, 30 November 2021
XL Business Solutions Perluas Layanan di Sumatera
etalase, Selasa, 30 November 2021
Dorong Realisasi Investasi, Wamen BUMN Kunjungi WK Rokan
potensa, Selasa, 30 November 2021
Cepat dan Mudah, Bayar Tagihan dan Beli Token Listrik Lewat PLN Mobile
hukum, Selasa, 30 November 2021
Tujuh Orang Diduga Pelaku Penyerangan Rumdis Agung Nugroho Diamankan
hukum, Selasa, 30 November 2021
Rumdin Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho Didatangi Sejumlah OTK
dunia, Selasa, 30 November 2021
Palestina Ucapankan Terima Kasih ke Indonesia
hukum, Selasa, 30 November 2021
Lantaran Sering Dapat Cacian, Ponakan Tega Bunuh Paman Dengan Palu
nasional, Selasa, 30 November 2021
Dukung Hilirisasi Mineral, Pasokan Listrik 385 MVA Dimaksimalkan
sportainment, Senin, 29 November 2021
Resmi, Ralf Rangnick Latih MU
pekanbaru, Senin, 29 November 2021
Update Covid-19 dan Vaksinasi di Riau
pekanbaru, Senin, 29 November 2021
Megawati Matondang Terpilih Jadi Ketua Peradi Pekanbaru
hukum, Senin, 29 November 2021
Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang, Kejati Beri Sinyal Bakal Ada Tersangka Baru
etalase, Senin, 29 November 2021
BPJamsostek Pekanbaru Panam Sasar Kepesertaan Dari Pekerja Rumah Tangga

Politik
Kamis, 25 November 2021
Calon Dapat Suara Sama di Pilkades Tanjung Rambutan, Ini Kata Pengamat Hukum
Rabu, 17 November 2021
Pilkada Digelar Tahun 2024, Sebanyak 101 Daerah Akan Dipimpin Pj di Tahun 2022
Sabtu, 13 November 2021
Bawaslu Siap Kapan Pun Pemilu 2024 Digelar

Hukum
Rabu, 1 Desember 2021
Kasus Pelecehan Seksual Syafri Harto Dilimpahkan Ke Kejaksaan
Selasa, 30 November 2021
Tujuh Orang Diduga Pelaku Penyerangan Rumdis Agung Nugroho Diamankan
Selasa, 30 November 2021
Rumdin Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho Didatangi Sejumlah OTK

OTOMOTIF
otomotif, Senin, 29 November 2021
Komunitas HPCI Bagikan CSR ke UMKM
otomotif, Minggu, 28 November 2021
Orang Indonesia Minati Mobil LCGC, Terjual Ribuan Unit Sebulan
otomotif, Selasa, 23 November 2021
Tesla Bangun Pabrik Otomotif Bernilai 1 Miliar Dolar AS

OTOMOTIF

ETALASE
etalase, Selasa, 30 November 2021
XL Business Solutions Perluas Layanan di Sumatera
etalase, Selasa, 30 November 2021
Dorong Realisasi Investasi, Wamen BUMN Kunjungi WK Rokan
etalase, Senin, 29 November 2021
BPJamsostek Pekanbaru Panam Sasar Kepesertaan Dari Pekerja Rumah Tangga