Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : hukum
Unjuk Rasa di DPRD, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus HAM
Editor : wisly | Penulis: halloriau.com
Selasa , 00 0000
Ratusan massa yang tergabung dalam BEM Nusantara melakukan aksi unjuk rasa dikantor DPRD Riau, Pekanbaru, Riau, Selasa (21/5/2019). (wahyudi)

PEKANBARU - Selama dua jam melakukan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, hingga menimbulkan konflik dengan aparat termasuk masyarakat, akhirnya ratusan mahasiswa BEM Nusantara, berhasil menjebol blokade barisan kepolisian dan memasuki  gedug dewan, Selasa (21/5/2019) sore. 

Aksi yang dilakukan sejumlah ratusan mahasiswa BEM Nusantara ini bertepatan tanggal 21 Mei 1998, saat jatuhnya Presiden Soeharto. 

Dalam tuntutannya, massa dalam orasinya, mereka menuntut agar pemerintah daerah dapat menyelesaikan permasalahan terkait HAM yang ada di Indonesia. Di antaranya usut tuntas kasus Munir, lalu usut tuntas kasus Novel Baswedan. 

"Kami minta usut juga sampai tuntas kasus pelanggaran HAM terhadap keluarga Maryatun. Stop kriminalisasi mahasiswa, stabilkan perekonomian bangsa," sebut salah seorang mahasiswa. 

Selanjutnya, masa juga minta agar pemerintah menstabilkan harga pertanian dan perkebunan, prioritaskan hasil perkebunan dan pertanian dalam negeri. 

Kemudian dalam aksi mahasiswa BEM Nusantara minta pemerintah harus serius menanggapi dan menyelesaikan persoalan ini. Dimana permasalahan ini sudah ada sejak 21 tahun lalu hingga sekarang ini.* 




Berita Lainnya