Selasa | 18 Juni 2019
Jelang Bakar Tongkang, Kelenteng Ing Hok King Ramai Didatangi Warga
Ritual Bakar Tongkang di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).


Selasa | 18 Juni 2019
Melihat Lebih Dekat Kampung Tionghoa di Ibukota
Kampung Tionghoa adalah hunian dan kawasan perdagangan di Cibubur, Jakarta.


Senin | 17 Juni 2019
Bupati Rohil Tinjau Persiapan Pembangunan Masjid Cheng Ho
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp didampingi beberapa Pimpinan.

Rubrik : hukum | Selasa , 21 Mei 2019
Unjuk Rasa di DPRD, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Selesaikan Kasus HAM
Editor : wisly | Penulis: halloriau.com
Ratusan massa yang tergabung dalam BEM Nusantara melakukan aksi unjuk rasa dikantor DPRD Riau, Pekanbaru, Riau, Selasa (21/5/2019). (wahyudi)

PEKANBARU - Selama dua jam melakukan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, hingga menimbulkan konflik dengan aparat termasuk masyarakat, akhirnya ratusan mahasiswa BEM Nusantara, berhasil menjebol blokade barisan kepolisian dan memasuki  gedug dewan, Selasa (21/5/2019) sore. 

Aksi yang dilakukan sejumlah ratusan mahasiswa BEM Nusantara ini bertepatan tanggal 21 Mei 1998, saat jatuhnya Presiden Soeharto. 

Dalam tuntutannya, massa dalam orasinya, mereka menuntut agar pemerintah daerah dapat menyelesaikan permasalahan terkait HAM yang ada di Indonesia. Di antaranya usut tuntas kasus Munir, lalu usut tuntas kasus Novel Baswedan. 

"Kami minta usut juga sampai tuntas kasus pelanggaran HAM terhadap keluarga Maryatun. Stop kriminalisasi mahasiswa, stabilkan perekonomian bangsa," sebut salah seorang mahasiswa. 

Selanjutnya, masa juga minta agar pemerintah menstabilkan harga pertanian dan perkebunan, prioritaskan hasil perkebunan dan pertanian dalam negeri. 

Kemudian dalam aksi mahasiswa BEM Nusantara minta pemerintah harus serius menanggapi dan menyelesaikan persoalan ini. Dimana permasalahan ini sudah ada sejak 21 tahun lalu hingga sekarang ini.* 




Berita Lainnya