21 Zulhijjah 1441 H / Selasa, 11 Agustus 2020
Disnaker Imbau Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7
inhu | Senin, 30 November -0001
Editor : wisly | Penulis : dasmun
ilustrasi

RENGAT - Sesuai surat edaran Bupati Inhu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Inhu, Endang Mulyawan mengimbau seluruh perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja. Paling lambat 7 hari menjelang lebaran atau H-7.

Imbauan disampaikan Endang kepada wartawan. Menurutnya, Disnaker telah melayangkan surat kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Inhu sesuai edaran 561/166/ Disnaker.01/V/2019 yang ditandatangani Bupati Inhu, H Yopi Arianto SE tanggal 14 Mei 2019.

Dalam surat edaran disebutkan, THR keagamaan wajib dibayarkan perusahaan paling lambat 7  hari sebelum hari raya keagamaan. Pengusaha yang telat dan atau tidak membayar THR, sanksinya sudah diatur di Permenaker No 20/ 2016 tentang tata cara pemberian sanksi administratif Peraturan Pemerintah No 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Untuk besaran THR berdasarkan pasal 3 ayat 1 Peraturan Menteri Kentenagakerjaan RI Nomor 6 tahun 2016 bahwa pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan sebesar satu bulan upah/ gaji.

Dan pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari dua belas bulan, diberikan secara operasional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja per dua belas di kali satu bulan upah.

Ditegaskan, bagi pekerja/buruh yang bekerja  berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan dihitung telah mempunyai masa kerja dua belas bulan atau lebih. Upah satu bulan dihitung berdasarkan rata rata upah yang diterima dalam dua belas bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Begitu juga pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari dua belas bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Pengusaha wajib melaporkan realisasi pembayaran THR kepada Pemerintah melalui Dinasker Inhu selambat lambatnya 14 Juni 2019. Dalam rangka mengantisipasi arus mudik lebaran pihak perusahaan yang selama ini menyediakan angkutan mudik lebaran bagi pekerja/buruh setiap tahun agar meneruskan tradisi tersebut.

"Bagi perusahaan yang belum dapat menyediakan angkutan lebaran diharapkan dapat menyediakan sesuai dengan kemampuan perusahaan," harapnya.*




Artikel Terbaru
dunia, Senin, 10 Agustus 2020
Otoritas India mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat virus Corona.

pekanbaru, Senin, 10 Agustus 2020
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

nasional, Senin, 10 Agustus 2020
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menyiapkan.

potret, Senin, 10 Agustus 2020

Walikota Pekanbaru, Firdaus meninjau pelanggar protokol kesehatan.

pekanbaru, Senin, 10 Agustus 2020
Menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) terkait dengan.

pekanbaru, Senin, 10 Agustus 2020
Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 Riau kembali meningkat. Hari ini.

politik, Senin, 10 Agustus 2020
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan, persiapan.

meranti, Senin, 10 Agustus 2020
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mencanangkan gerakan.

hukum, Senin, 10 Agustus 2020
Polsek Bangko berhasil menangkap satu pelaku tindak pidana narkotika.

nasional, Senin, 10 Agustus 2020
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pencairan gaji ke-13 untuk.

Otomotif
Kamis , 06 Agustus 2020