Kamis | 07 Februari 2019
Butuh Kegigihan, Pengorbanan dan Kerja Keras
Wanita Tionghoa asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Dr Santy A Md AK SH.


Minggu | 03 Februari 2019
178 Siswa SPN Polda Riau Kunjungi Vihara Kwan Tee Kong Bio
Sekitar 178 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Ling Thian Miao (Vihara Satya.

Rubrik : Etalase | Selasa, 29 Januari 2019
Peran Universitas Penting dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Editor : wisly | Penulis:

Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohamad Nasir PhD Ak


PEKANBARU - Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohamad Nasir PhD Ak meresmikan Gedung Program Studi (Prodi) D3 Teknologi Pulp dan Kertas serta memberikan kuliah umum dihadapan peserta undangan dan mahasiswa Unri. Kuliah Umum bertajuk 'Peran pendidikan tinggi era industri 4.0', Selasa (29/1) di Kampus Bina Widya Unri, Simpang Baru Panam, Pekanbaru.

Menristekdikti menyampaikan apresiasi terhadap UNRI yang telah bersama dengan Tanoto Foundation dan PT RAPP untuk mendirikan Prodi baru yang dapat memberikan keberkahan, khususnya bangsa Indonesia dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi kepada UNRI yang telah menginisiasikan berdirinya Prodi Teknologi Pulp dan Kertas. Ini merupakan Prodi satu-satunya yang ada di Indonesia,” katanya.

Dalam menyikapi distrative inovasion kedepan, lanjutnya, kita dianjurkan melakukan inovasi-inovasi baru. Ristekdikti, dalam hal ini telah mengeluarkan peraturan menteri terkait persoalan nomenklatur pendirian Prodi baru. Dimana dahulunya, pendirian Prodi harus diatur oleh Kementerian dan diluar nomenklatur tidak boleh dibuka. Dalam hal ini perkembangan ilmu pengetahuan terus meningkat pesat peraturan harus di cabut sepanjang masih ada usernya.

“Prodi Teknologi Pulp dan kertas ini adalah inovasi yang baru, khususnya di Riau. Kedepannya kita berharap akan adanya pengembangan dari Prodi ini menjadi dua bidang, bisa dibidang plup atau dibidang kertas. Oleh karena itu, kehadiran Prodi pulp dan kertas bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelas Menristekdikti.

Lebih lanjut, Menristekdikti, menyampaikan pogram pulp dan kertas di design oleh kementerian dengan peraturan baru dengan model pogram studi terbuka, dimana mahasiswa pada tahun pertama, kedua, ketiga harus di tentukan tingkat kompetensi yang dicapai, agar ketika tamat mahasiswa lebih cepat dikejar oleh perusahaan dan instansi. 

Dengan perkembangan zaman, di butuhkan tenaga kerja yang berkopeten dan ini masih kurang dan perlu dikawal bersama-sama untuk meningkatkannya untuk kebutuhan dan kemajuan kedepan. “Menghadapi era revolusi industri 4.0, peran pendidikan tinggi menjadi sangat penting, terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, pendidikan tinggi yang berbasis riset harus mendorong semakin terbukanya pengetahuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia,” terang Menteri.

Kehadiran Era Revolusi Industri 4.0 telah mengubah paradigma masyarakat dunia hari ini, tuntutan untuk semakin meningkatkan inovasi disegala bidang terus menguat. Berbagai teknologi untuk menggantikan peran manusia di bidang industri semakin bermunculan. Hal itu menurut Menristekdikti memunculkan tantangan agar manusia zaman kini harus bisa terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Di satu sisi, revolusi ini telah mengubah ciri dan cara lama dalam banyak aspek kehidupan. Di sisi lain, revolusi ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh pendidikan tinggi. Kekuatan pendidikan tinggi terdapat pada riset. Tuntutan riset yang dikeluarkan oleh pendidikan tinggi harus mendapat pengakuan internasional," terangnya.

Untuk menjaga marwah pendidikan tinggi di Indonesia agar senantiasa terjaga kualitas dan integritasnya. Pendidikan itu tidak semata-mata meraih gelar, tetapi ada yang harus dicari ilmunya, harus ilmu yang aplikatif dan bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat.(rls)



Berita Lainnya