12 Muharram 1444 H / Rabu, 10 Agustus 2022
Eks Manager dan Debitur BJB Pekanbaru Didakwa Korupsi Rp7 Miliar | METRORIAU.COM

Agu 2022
10


Eks Manager Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, dan seorang bos perusahaan, Arif Budiman diadili di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (3/8). Kedua terdakwa didakwa melakukan korupsi senilai Rp7,2 miliar lebih. (i
Eks Manager dan Debitur BJB Pekanbaru Didakwa Korupsi Rp7 Miliar
hukum | Rabu, 3 Agustus 2022
Editor : wislysusanto | Penulis : Linda

PEKANBARU -  Eks Manager Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, dan seorang bos perusahaan di Riau, Arif Budiman alias Arif Palembang, diadili di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (3/8/2022). Kedua terdakwa didakwa melakukan korupsi senilai Rp7,2 miliar lebih.

Persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Lusi Yetri Man Mora dan Dewi Shinta Dame Siahaan. Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut dipimpin Yuliarta.
 "Alhamdulillah, surat dakwaan telah kita bacakan," ujar Jaksa Lusi usai persidangan.

Kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2) huruf b Undang-undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. 

Dalam dakwaannya, JPU menyebut bahwa akibat perbuatan kedua terdakwa secara bersama-sama, menguntungkan diri sendiri sebesar Rp7.233.091.582. Nilai tersebut, sama dengan nilai kerugian keuangan negara yang terjadi di Bank BJB.

Timbulnya kerugian negara ini, merupakan sebab dari fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) yang diberikan pihak bank kepada terdakwa Arif Budiman, berkat bantuan terdakwa Indra Osmer.

Atas dakwaan JPU, terdakwa Arif Budiman yang merupakan debitur di bank plat merah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Sementara terdakwa Indra Osmer tidak. "Terdakwa Arif Budiman mengajukan eksepsi. Penyampaian nota keberatan tersebut dijadwalkan pekan depan," sebut Lusi.

Sementara itu, Arif Budiman saat dikonfirmasi melalui Penasehat Hukumnya, Muhammad Fajrin menyampaikan alasan pihaknya mengajukan eksepsi pada persidangan berikutnya. Dikatakan dia, hal itu merupakan hak dari kliennya sebagai terdakwa.

"Pertimbangan kita, karena itu adalah hak. Kita harus meneliti dulu terkait dengan dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum. Kita sebagai Kuasa dari terdakwa pasti ingin melakukan pembelaan semaksimal mungkin, tapi tentunya dalam koridor-koridor hukum yang berlaku," sebut Fajrin.

Pihaknya, kata Fajrin, akan mempelajari dakwaan JPU. Baik terkait kewenangan pengadilan, maupun mengenai kelengkapan syarat formil dan materil dakwaan.

"Mungkin mengenai kewenangan (pengadilan), itu akan kita pelajari lebih lanjut. Mengenai syarat -syarat formil dan materilnya," sebut dia.

"Apabila memang nanti ada, akan kita tuangkan dalan eksepsi kita. Tapi kalau tidak ada, tidak perlu menggunakan itu. Karena percuma buang-buang waktu. Kasihan juga klien kita di lapas (rutan,red). Kita sangat menghormati proses persidangan, yaitu peradilan cepat dan biaya ringan," sambungnya.

Diketahui, Arif Budiman selaku nasabah Bank BJB Cabang Pekanbaru memiliki hubungan kedekatan dengan Indra Osmer selaku Manajer Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru Tahun 2015 sampai dengan 2016.

Dari kedekatan itulah Arif bekerja sama dengan Indra. Mantan Manajer Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru itu pun diduga menyalahgunakan kewenangan jabatannya dengan tidak melakukan verifikasi kebenaran atau keabsahan atas kontrak atau Surat Perintah Kerja (SPK) yang diajukan oleh Arif secara berulang.

Bank BJB Cabang Pekanbaru pun memberikan Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) standby loan kepada 2 perusahaan yang dimiliki oleh Arif. Namun Arif nyatanya tidak dapat melunasi pembayaran kewajiban kepada Bank BJB Cabang Pekanbaru.

CV Palem Gunung Raya dan CV. Putra Bungsu milik Arif, menggunakan surat kontrak atau SPK fiktif untuk pengerjaan kegiatan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singgingi (Kuansing).

Hal ini lantas mengakibatkan kerugian pada Bank BJB Cabang Pekanbaru lantaran kredit macet, karena tidak ada sumber pengembalian atau sumber berbayar.

Setelah dihitung, berdasarkan Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, terjadi kerugian Keuangan Negara sebesar Rp7.233.091.582.

Untuk diketahui, Indra Osmer sendiri saat ini sedang menjalani masa hukuman 6 tahun penjara dalam perkara perbankan lain. Dia dihukum bersama teller BJB cabang Pekanbaru, Tarry Dwi Cahya.*

Indeks Terbaru
nasional, Rabu, 10 Agustus 2022
Kemendag Sidak Pabrik Baja
pelalawan, Rabu, 10 Agustus 2022
Sertijab Kasatpol PP, Ini Pesan Bupati Pelalawan
etalase, Rabu, 10 Agustus 2022
Gubri Ajak Masyarakat Jaga Marwah Melayu
pekanbaru, Selasa, 9 Agustus 2022
Peringatan Hari Jadi Riau ke-65, Kemendagri RI Sampaikan Hal Ini
hukum, Selasa, 9 Agustus 2022
Gelapkan Uang Rp203 Juta, Warga Bagan Sinembah Ditahan

pekanbaru, Selasa, 9 Agustus 2022
2023, Jalan Lingkungan di Pekanbaru Terancam Tanpa Penerangan
kampar, Selasa, 9 Agustus 2022
Mahasiswa Kukerta dan PHBI Gelar Berbagai Acara
dunia, Selasa, 9 Agustus 2022
Pasukan Israel Bunuh Dua Orang Palestina di Tepi Barat
inhu, Selasa, 9 Agustus 2022
Kelompok Tari Pengrajin Talang Mamak Gelar Lokakarya
pekanbaru, Selasa, 9 Agustus 2022
Gubri Inspektur Upacara HUT Riau ke-65

pelalawan, Selasa, 9 Agustus 2022
Wisuda Kampus ITP2I, Bupati Pelalawan Beri Beasiswa Untuk Wisudawan Terbaik
etalase, Selasa, 9 Agustus 2022
BOB Berakhir WK CPP Dikelola 100 Persen Daerah
kampar, Senin, 8 Agustus 2022
Pj Bupati Kampar Berharap IPRY- KK Dapat Membangun Daerah
huawen, Senin, 8 Agustus 2022
Perayaan HUT IKPTB dan Pelantikan Dewan Pengurus
etalase, Senin, 8 Agustus 2022
Eka Hospital Hadirkan Dokter Spesialis di Seminar Medis Ortopedi
hukum, Senin, 8 Agustus 2022
Pengurus Masjid Nurul Yaqin Dumai Amankan Pencuri Uang Kotak Amal
sportainment, Senin, 8 Agustus 2022
Manc City Bungkam West Ham, Haaland Cetak 2 Gol
pekanbaru, Senin, 8 Agustus 2022
Pembangunan Menara Masjid Paripurna Al-Hidayah Dimulai
sportainment, Minggu, 7 Agustus 2022
Bagnaia Juara Sirkuit Silverstone, Ini Hasil Lengkapnya
pekanbaru, Minggu, 7 Agustus 2022
Kapolsek Payung Sekaki Cek Embung dan Kanal
potensa, Minggu, 7 Agustus 2022
Hotel Grand Elite Meriahkan HUT Riau Lewat Gelaran Riau Art Culture Day
pekanbaru, Minggu, 7 Agustus 2022
Satpol PP Jaring 14 Pasang Muda-mudi di Penginapan Kelas Melati
inhu, Minggu, 7 Agustus 2022
Pacu Sampan Mini Antar OPD Berakhir, Bagian Umum Juara
kampar, Minggu, 7 Agustus 2022
Pj Bupati Lepas Kegiatan Media Gathering JMSI Kampar ke Sumbar
huawen, Minggu, 7 Agustus 2022
350 Warga Ikuti Jalan Santai

Politik
Senin, 1 Agustus 2022
Resmi Daftar ke KPU, Hary Tanoesoedibjo Optimis Partai Perindo Raih 60 Kursi DPR RI
Minggu, 31 Juli 2022
KPU Sebut Sembilan Partai Daftar Pemilu Pada Senin
Minggu, 31 Juli 2022
KPU Inhu Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024

Hukum
Selasa, 9 Agustus 2022
Gelapkan Uang Rp203 Juta, Warga Bagan Sinembah Ditahan
Senin, 8 Agustus 2022
Pengurus Masjid Nurul Yaqin Dumai Amankan Pencuri Uang Kotak Amal
Jumat, 5 Agustus 2022
Terkenal Licin, Pembunuh Keponakan Ditangkap di Medan Setelah 9 Tahun Buron

OTOMOTIF
otomotif, Rabu, 3 Agustus 2022
Toyota Bakal Gelar Veloznation "Rise Up, Go Higher" di Asia Farm Hayday
otomotif, Minggu, 31 Juli 2022
Mitsubishi Kenalkan New Colt L300 di Riau
otomotif, Minggu, 24 Juli 2022
CDN Riau Luncurkan Skutik New Honda ADV160

OTOMOTIF

ETALASE
etalase, Rabu, 10 Agustus 2022
Gubri Ajak Masyarakat Jaga Marwah Melayu
etalase, Selasa, 9 Agustus 2022
BOB Berakhir WK CPP Dikelola 100 Persen Daerah
etalase, Senin, 8 Agustus 2022
Eka Hospital Hadirkan Dokter Spesialis di Seminar Medis Ortopedi