8 Jumadil Awwal 1444 H / Jumat, 2 Desember 2022
Direktur RSUD Kepulauan Meranti Sebut Sudah Bekerja Sesuai Standar | METRORIAU.COM

Des 2022
02


Direktur RSUD Kepulauan Meranti, dr Prima Wulandari, memberi klarifikasi terkait tudingan RSUD tidak memberikan pelayanan prima kepada pasien yang menjalani perawatan di UGD RSUD Kepulauan Meranti, Senin (21/11).
Bantah Terlantarkan Pasien
Direktur RSUD Kepulauan Meranti Sebut Sudah Bekerja Sesuai Standar
meranti | Selasa, 22 November 2022
Editor : wislysusanto | Penulis : ali

SELATPANJANG - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti membantah telah menelantarkan pasien. Pihaknya sudah bekerja sesuai dengan standar yang berlaku.

Hal ini disampaikan Direktur RSUD Kepulauan Meranti, dr Prima Wulandari, didampingi penjabat RSUD lainnya, seperti Kepala Seksi Pelayanan Medis, Eka Yulia Ningsih, Kasubag Umum, Yeni dan Komite Etik, Desti, di ruang kerjanya, Senin (21/11).

Prima mengklarifikasi soal tudingan RSUD tidak memberikan pelayanan prima kepada pasien yang menjalani perawatan di UGD RSUD Kepulauan Meranti. Katanya, laporan dugaan menelantarkan pasien beberapa waktu lalu itu tidak benar. Hal itu dibuktikan dengan pelayanan yang diberikan sejak pasien masuk telah mendapatkan tindakan oleh petugas.

Melalui pengecekan terhadap rekam medis dari keluarga pelapor yaitu anak dari Herman Alwi maupun petugas, Prima menjelaskan bahwa RSUD Kepulauan Meranti telah bekerja sesuai dengan standar yang berlaku. "Setelah kami mengecek di lapangan sesuai status rekam medis juga jam masuk pasien, kami masih bekerja sesuai prosedur yang berlaku saat ini," ujar Prima.

Dijelaskannya, anak dari pelapor Herman Alwi masuk ke ke UGD pada Senin (14/11), pukul 08.45 Wib. Begitu masuk pasien langsung mendapatkan penanganan.

"Begitu masuk langsung diperiksa oleh dokter jaga pada pukul 08.47 Wib. ini ada tercatat dalam statusnya. Setelah diperiksa dokter tersebut, kemudian keluarga pasien diarahkan untuk mendaftar ke bagian pendaftaran," jelasnya.

Pada anak yang bersangkutan kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium yang dilanjutkan rontgen, dimana diketahui sang anak sudah demam pada hari ke-7 dan diharuskan untuk rawat inap.

Mengingat masih pandemi Covid-19, maka setiap pasien yang akan dirawat inap wajib menjalani swab antigen sebelum mendapat penanganan medis lebih lanjut. Jika hasil terkonfirmasi positif Covid-19, maka akan diarahkan dan diisolasi ke ruang Pinere. 

Dijelaskan Prima, saat akan dilakukan swab antigen, pihak keluarga melakukan perundingan yang memakan waktu cukup lama, yang menyebabkan pasien mendapatkan penanganan kemudian pada pukul 12.00 Wib.

"Kenapa lama sampai pukul 12.00 Wib, karena keluarga masih berunding untuk melakukan test tersebut, karena takut anaknya demam dikira positif (Covid)," terangnya.

Setelah selesai antigen hasilnya negatif baru pihak rumah sakit bisa melakukan pemasangan infus dan tindakan berikutnya. "Makanya pasien baru bisa masuk pukul 12.00 Wib baru ditangani. Jadi apa yang dikatakan keluarga pasien betul semua, namun ada waktu perundingan yang cukup lama sehingga penanganan lanjutan jadi terjeda," lanjut Prima.

RSUD juga dikatakan Prima, memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penanganan pasien, hanya saja perundingan keluarga tidak masuk di dalamnya.

Dari penjelasan tersebut, Prima menilai bahwa tuduhan dari Herman Alwi sama sekali tidak benar dan tidak tepat.

Prima juga menilai kemungkinan sempat terjadi sedikit perdebatan antara keluarga pasien dan dokter. Karena Herman sempat menuding ada dokter yang suaranya meninggi kepada keluarga pasien. 
"Karena sempat tidak mau di antigen, kemungkinan sempat tersulut emosinya, karena keluarga menilai anaknya baik-baik saja tapi kenapa harus di antigen," kata Prima.

Prima juga memastikan tidak ada perbedaan pelayanan bagi pasien satu dengan yang lainnya yang dirawat di RSUD Kepulauan Meranti, seperti yang dituding oleh Herman.

"Kami menyayangkan secepat itu melaporkan ke polisi, jika ada pelayanan yang tidak memuaskan bisa disampaikan ke rumah sakit, kritik sarannya kan ada atau temui pihak manajemen juga bisa. Kami sangat terbuka dengan hal itu dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal," tuturnya.

Meski demikian pihak RSUD, sambung Prima, tetap menempuh jalur mediasi kepada pihak pelapor terkait peristiwa ini. "Rencana kita mau lakukan mediasi dengan Pak Herman. Tergantung dari Pak Herman nya nanti bagaimana," pungkasnya. *

Indeks Terbaru
etalase, Jumat, 2 Desember 2022
Proses Penawaran Partisipasi Interes (PI) WK Rokan Masuki Babak Baru
etalase, Jumat, 2 Desember 2022
PHR-Korem 031/WB Kolaborasi Jaga Ekosistem dan Populasi Gajah Sumatra
dunia, Jumat, 2 Desember 2022
Data Global: 50 Juta Orang Hidup dalam Perbudakan Modern pada 2021
sportainment, Jumat, 2 Desember 2022
Jepang Juara Grup, Lolos ke 16 Besar
nasional, Kamis, 1 Desember 2022
66,86 Juta Warga RI Telah Divaksin Dosis Ketiga

pekanbaru, Kamis, 1 Desember 2022
Waspada, Berikut Daerah Rawan Longsor di Riau
bengkalis, Kamis, 1 Desember 2022
Sebagai Policy Based on Research, Balitbang Bengkalis Diminta Optimalkan Peran dan Fungsi
dunia, Kamis, 1 Desember 2022
PBB akan Peringati Peristiwa Terusirnya Warga Palestina Saat Israel Terbentuk
rohil, Kamis, 1 Desember 2022
Kadisnaker Rohil Minta Utamakan Pekerja Putra Daerah
pekanbaru, Kamis, 1 Desember 2022
Pemko Pekanbaru Mulai Lelang Angkutan Sampah Dengan Pagu Rp57 9 M

inhu, Kamis, 1 Desember 2022
Dewan Sahkan APBD Inhu 2023 Rp1,5 T
otomotif, Kamis, 1 Desember 2022
Dua Hari bersama Hyundai Stargazer, Layak Jadi Low MPV Terbaik
pekanbaru, Kamis, 1 Desember 2022
Riau Cabut Status Siaga Darurat Karhutla
sportainment, Kamis, 1 Desember 2022
Argentina dan Polandia Lolos ke Babak 16 Besar
pekanbaru, Rabu, 30 November 2022
Jelang Nataru, Harga dan Stok Bahan Pokok di Riau Masih Aman
siak, Rabu, 30 November 2022
Bupati Siak Imbau Masyarakat Meriahkan TdSi
nasional, Rabu, 30 November 2022
26,58 Persen Anak Perempuan Alami Kekerasan Setahun Terakhir
pekanbaru, Rabu, 30 November 2022
Pemko Pekanbaru Segera Seleksi Jabatan Eselon II
meranti, Rabu, 30 November 2022
Kapolres Kepulauan Meranti Patroli dan Blusukan
rohil, Rabu, 30 November 2022
Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor Tanpa Nopol di Rohil Tewas
nasional, Rabu, 30 November 2022
Presiden Ingatkan Kepala Daerah Percepat Realisasi APBD
dunia, Rabu, 30 November 2022
Pengadilan Jepang Putuskan Larang Pernikahan Sesama Jenis
inhu, Rabu, 30 November 2022
Jaga Sinergitas, TNI-Polri Apel Bersama
etalase, Rabu, 30 November 2022
Tingkatkan Mutu Pelayanan Bibit, BPDAS Inrok Kunjungi Persemaian Rumpin
pekanbaru, Selasa, 29 November 2022
Berikut Harga Sawit Riau Periode 30 November sampai 6 Desember 2022

Politik
Minggu, 27 November 2022
Pemko Pekanbaru Targetkan Partisipasi Pemilih 2024 di Atas 70 Persen
Senin, 21 November 2022
Peduli Rakyat Kecil, Hary Tanoe Berpeluang Besar Jadi Cawapres
Rabu, 16 November 2022
Elektabilitas Perindo Tembus 6,2%! HT: Konsisten Peduli pada Rakyat Kecil

Hukum
Selasa, 29 November 2022
Polisi Ringkus Pelaku Judi Gelper
Senin, 28 November 2022
Polres Inhu Tangkap Pelaku Curanmor
Selasa, 22 November 2022
Remaja di Rohil Perkosa Nenek 71 Tahun

OTOMOTIF
otomotif, Kamis, 1 Desember 2022
Dua Hari bersama Hyundai Stargazer, Layak Jadi Low MPV Terbaik
otomotif, Jumat, 25 November 2022
Ini Keunggulan Honda WR-V yang Baru Diluncurkan di Pekanbaru
otomotif, Jumat, 25 November 2022
Resmi Diluncurkan di Pekanbaru, Honda WR-V Dipamerkan di Mal SKA

OTOMOTIF

ETALASE
etalase, Jumat, 2 Desember 2022
Proses Penawaran Partisipasi Interes (PI) WK Rokan Masuki Babak Baru
etalase, Jumat, 2 Desember 2022
PHR-Korem 031/WB Kolaborasi Jaga Ekosistem dan Populasi Gajah Sumatra
etalase, Rabu, 30 November 2022
Tingkatkan Mutu Pelayanan Bibit, BPDAS Inrok Kunjungi Persemaian Rumpin