9 Muharram 1446 H / Selasa, 16 Juli 2024
Harmonis dan Sukacita Waisak | METRORIAU.COM

Jul 2024
16


Dosen STAB Maitreyawira dan Universitas Riau (Unri).
Harmonis dan Sukacita Waisak
opini | Minggu, 19 Mei 2024 | 09:35:13 WIB
Editor : | Penulis : Sonika, S,E., S.Ag., M.Pd.

Pada 2500 tahun lalu, Sakyamuni Buddha telah menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit batin umat manusia, memperbaiki kualitas secara material dan spiritual kehidupan manusia dengan pencapaian Penerangan Tertinggi (menjadi Buddha) dan mengajarkan ajaran (Dharma) kepada mereka yang mau mendengarkannya.

Buddha Dharma dijadikan pedoman hidup luhur umatnya seperti dijelaskan Tripitaka bagian Sutta Pitaka, Digha Nikaya, kitab Sigalovada Sutta, kisah  seorang putra keluarga bernama “Sigala” di Vihara Hutan Bambu di Kalandakanivapa  setelah mendengarkan bimbingan Buddha tentang makna kehidupan manusia dengan mengimplementasikan hak dan kewajiban antar anggota masyarakat untuk mencapai kebahagiaan hidup. Setelah mendapatkan pencerahan dari Buddha Sigala merasa sangat bahagia sekali dan berseru :"Sungguh mengagumkan, Bhante! Sungguh mengagumkan, Bhante! Sama halnya seperti seseorang menegakkan kembali apa yang telah roboh, memperlihatkan apa yang tersembunyi, menunjukkan jalan benar kepada yang tersesat, atau memberikan cahaya dalam kegelapan; agar mereka yang mempunyai mata dapat melihat benda-benda di sekitarnya”.  

Buddha Dharma mengajarkan sikap hidup moderat dengan menjalankan Jalan Mulia Berunsur Delapan  atau Jalan Tengah(Majjhima Patipada). Dalam  Buddha Dharma esensi moderasi beragama terdapat dalam ajaran Dhammacakkappavattana Sutta yang menjelaskan mengenai jalan tengah (Majjhima Patipada) atau Jalan Mulia Berunsur Delapan. Sikap Kesadaran (sati) adalah milik manusia yang paling berharga, dengan kesadaran, penuh perhatian setiap orang akan mampu menjaga dirinya dari kehancuran.

Setiap Agama diharapkan mempunyai rasa toleran, sikap saling  menghargai, saling menghormati, dan saling memaafkan satu dengan lain. Diantara umat beragama tidak seharusnya saling mencela, apalagi saling  menyerang, bahkan saling  membunuh. Setiap umat di dunia ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kesadaran (sati)  dapat mengetahui dengan seksama mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka yang berkesadaran penuh juga mampu mengakomodasi diri sendiri maupun masyarakat untuk terikat pada nilai-nilai dan norma-norma Buddha yang luhur dengan menahan diri dan tidak melakukan perbuatan jahat yang merugikan orang lain. Orang bijaksana yang tekun melatih ketenangan, yang bergembira dalam kedamaian pelepasan, yang memiliki kesadaran sejati dan telah mencapai Penerangan Sempurna, akan dicintai oleh para dewa. (Dhammapada: 181)

Buddha Dharma mengajarkan kepada umatnya agar berusaha untuk berbuat, berkata, dan berpikir yang benar sesuai dengan sifat-sifat ketuhanan(brahma vihara), perbuatan hendaknya didasarkan atas dasar cinta kasih dan kasih sayang(maitri-karuna) bukan dengan kebencian atau kedendaman. Inilah sikap mental seorang umat Buddha yang telah diwariskan oleh Sang Buddha. Sikap mental yang penuh toleransi dan cinta kasih inilah yang menyebabkan di dalam perkembangan Agama Buddha tidak pernah ada darah mengalir atas nama Sang Buddha.

Harmonis Bersama
Peradaban hidup manusia adalah peradaban sepuluh kebersamaan dunia, yang terdiri dari: Hidup bersama, jaya bersama, kaya bersama, bahagia bersama, tenang bersama, sadar bersama, milik bersama, perolehan bersama, berkah bersama, dan sempurna bersama. Sepuluh peradaban bersama dunia dibangun di atas martabat hidup yang mulia, luhur, dan sakral, serta setara tiada tanpa perbedaan.  Konsep harmonis dunia satu keluarga dapat dimanifestasikan dalam makna Dunia Satu Keluarga bahwa kita berada di bumi yang sama, kewarganegaraan berbeda-beda,  beragam agama dan keyakinan,  beraneka ragam suku bangsa,   berbeda warna kulit dan ras, beraneka ragam kebangsaan, berbeda budaya  berbeda adat istiadat, berbeda kebiasaan, berbeda bahasa,  berbeda aksara,  seluruh umat manusia, dan semua makhluk hidup Satu Keluarga.  

Harmonis bersama dapat diwujudkan melalui tiga model keharmonisan, adalah gembira harmonis,  rukun harmonis,  dan kebersamaan harmonis. Dalam dunia damai harmonis, setiap orang dengan nurani sadar cemerlang,  dapat mewujudkan jiwa kasih, perilaku kasih, dan senyuman kasih. Rukun harmonis kasih semesta, belajar dengan kasih alam dan segala keindahannya yang  serasi, selaras, dan seimbang;   keharmonisan bagi personal, keluarga, masyarakat, bangsa-negara dan dunia; Serta membangun kehidupan sejahtera yang paling  baik, paling indah, dan paling suci di muka bumi ini.

Semua Makhluk Bersukacita
Buddha Dharma dibabarkan untuk kebahagiaan semua makhluk, disabdakan Buddha : “Para Bhikkhu, pergilah mengembara demi kebaikan orang banyak, membawa kebahagiaan bagi orang banyak, atas dasar kasih sayang terhadap dunia, untuk kesejahteraan, keselamatan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia. Janganlah pergi berdua-dua ke tempat yang sama. Para Bhikkhu, ajarkan Dharma yang indah pada awalnya, Indah pada pertengahannya, indah pada akhirnya. Aku juga, O, para bhikkhu, akan pergi ke Uruvela di Senanigama, dalam mengajarkan Dharma” (Mahavagga, Vinaya Pitaka I,21).
Kehidupan umat manusia dalam dualisme perbedaan adanya kaya-miskin, hina-mulia, pintar-bodoh, cantik-jelek, tinggi-rendah, sukses-gagal, terkenal –tidak terkenal dan sukha-dukha, namun sama-sama mendambakan hidup yang bahagia dan gembira. Hidup bahagia dan gembira adalah sifat kodrati manusia. Menjadi manusia yang bahagia dan gembira, baru dapat menjadi manusia yang melaksanakan kewajibannya.

Dalam Dhammapada Syair 79 bahwa Ia yang mengenal Dharma akan hidup berbahagia dengan pikiran tenang. Orang bijaksana selalu bergembira dalam ajaran Dharma yang dibabarkan oleh Para Ariya(Orang Suci). Buddha dengan Cinta kasihNya memenuhi permohonan seorang Brahmana pun membabarkan Ajaran dengan berkata “Terbukalah pintu kehidupan abadi bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan”.  Syair 194: sebutkan “Sukho Buddhanam uppado. Sukha sadhammadesana. Sukha sanghassa samaggi, samagganam tapo sukho”. Maknanya :”Kelahiran para Buddha merupakan sebab kebahagiaan, pembabaran Dharma merupakan sebab kebahagiaan, persaudaraan perhimpunan suci merupakan sebab kebahagiaan, begitupun mereka yang melatih dengan ajaran   dalam keselarasan dan persatuan merupakan sebab kebahagiaan”.
   
Dapat disimpulkan bahwa dunia yang harmonis adalah sunya, indah, dan  bahagia;  dunia yang setiap warganya menunjukkan martabat hidup yang mulia, luhur, dan sakral; Dunia yang setiap warganya dalam setiap detik hidup dalam kegembiraan, sukacita, dan kebahagiaan; Dunia yang setiap warganya memancarkan keindahan sifat kodrati diri yang bahagia; Dunia yang setiap warganya memancarkan keindahan sifat kodrati diri yang bahagia, sehingga semua yang dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dibaui oleh hidung, dicicipi oleh lidah, diucapkan oleh mulut, dirasakan oleh jasmani, dan dilakukan oleh badan raga, semuanya penuh rasa kebahagiaan. ; Dunia yang setiap warganya memancarkan estetika sepuluh semangat kebersamaan, yaitu: estetika hidup bersama dalam kebahagiaan, jaya bersama, gembira bersama, kaya bersama, tenang bersama, sadar bersama, milik bersama, perolehan bersama, berkah bersama, dan sukses bersama dalam kebahagiaan.  Dunia bersukacita kepada Maha Kasih Tuhan Yang Maha Esa, Kasih Buddha, Bodhisatva, dan kasih alam semesta, kasih langit, bumi, manusia, dan semua makhluk, mengasihi semua kehidupan. Semoga semua makhluk bersukacita.*

 

Indeks Terbaru

potensa, Selasa, 16 Juli 2024 | 06:42:42 WIB
Mantan Wartawan Dilantik Jadi Direktur ATVI Sekaligus Rektor IKDE
pekanbaru, Senin, 15 Juli 2024 | 20:22:44 WIB
Ratusan Balita di Pekanbaru Masih Stunting
hukum, Senin, 15 Juli 2024 | 20:17:21 WIB
Dimaafkan Korban, Pria Pengangguran Pencuri HP Dibebaskan Jaksa
pelalawan, Senin, 15 Juli 2024 | 20:10:45 WIB
Bidan Desa di Pelalawan Diminta Fokus Tangani Stunting
potensa, Senin, 15 Juli 2024 | 19:46:00 WIB
Pj Bupati Kampar Dukung Penuh Keterbukaan Informasi Publik

etalase, Senin, 15 Juli 2024 | 19:38:30 WIB
Utamakan Pendidikan STEM, PHR Raih Penghargaan dari Kemendikbudristek
politik, Senin, 15 Juli 2024 | 18:58:17 WIB
Proses Coklit Pilkada Inhu Capai 98,3 Persen
potensa, Senin, 15 Juli 2024 | 17:52:12 WIB
FKIP UIR Dapat Hibah Rp1 Miliar dari Kemendikbud untuk Revitalisasi LPTK Tahun 2024
dumai, Senin, 15 Juli 2024 | 14:57:35 WIB
Sinergi Jaga Ketahanan Energi Nasional, PT KPI Unit Dumai Gelar Rakor Bersama PHR
etalase, Senin, 15 Juli 2024 | 13:12:29 WIB
Dharma Karya Kencana Perkuat Komitmen Nusalima Medika Cegah Stunting dan Wujudkan Keluarga Berencana

sportainment, Senin, 15 Juli 2024 | 13:08:40 WIB
Argentina Juara Copa America 2024
hukum, Senin, 15 Juli 2024 | 10:25:50 WIB
Operasi Patuh LK 2024 Dimulai, Kapolda Riau: Utamakan Persuasif dan Edukatif, Hindari Arogan
hukum, Minggu, 14 Juli 2024 | 20:37:30 WIB
2 Tersangka Pengedar Sabu di Rohil Diamankan
pekanbaru, Minggu, 14 Juli 2024 | 20:16:33 WIB
Pemko Pekanbaru Evaluasi Pengelolaan Sampah
kampar, Minggu, 14 Juli 2024 | 19:30:06 WIB
Sukses Digelar, SSB Opris Juara Turnamen Sepak Bola Bima Sakti
inhu, Minggu, 14 Juli 2024 | 19:13:16 WIB
Lambang Sari I, II, III Bangun Kantor Desa Baru
sportainment, Minggu, 14 Juli 2024 | 15:41:02 WIB
Okupansi Hotel di Pekanbaru Capai 97 Persen
sportainment, Minggu, 14 Juli 2024 | 13:10:20 WIB
Kapolda Riau Ikut Lari di Bhayangkara Run Bersama 10.000 Peserta
huawen, Minggu, 14 Juli 2024 | 11:13:37 WIB
Hilangkan Energi Negatif, TITD Giok Ong Tian Co Gelar Ritual Ho Kuan
politik, Sabtu, 13 Juli 2024 | 21:48:29 WIB
Gerindra Prioritaskan Kadernya, Nama H Sukiman Menguat di Bursa Cagub
sportainment, Sabtu, 13 Juli 2024 | 19:22:40 WIB
Peserta Riau Bhayangkara Run Bisa Klaim Voucher Diskon di Gerai Oleh-oleh, Ini Tempatnya
dumai, Sabtu, 13 Juli 2024 | 17:00:00 WIB
Wali Kota Dumai Secara Resmi Buka Kejurkot 2024 Diikuti 2.175 Atlet
sportainment, Sabtu, 13 Juli 2024 | 16:14:10 WIB
Kapolda Riau dan Istri Pantau Pengambilan Race Pack Riau Bhayangkara Run 2024
potensa, Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:30:34 WIB
Pj Gubri Minta Guru Tingkatkan Kompetensi
potensa, Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:28:10 WIB
HUT Telkom ke-59 Pekanbaru

Politik
Senin, 15 Juli 2024 | 18:58:17 WIB
Proses Coklit Pilkada Inhu Capai 98,3 Persen
Sabtu, 13 Juli 2024 | 21:48:29 WIB
Gerindra Prioritaskan Kadernya, Nama H Sukiman Menguat di Bursa Cagub
Jumat, 5 Juli 2024 | 22:39:24 WIB
Agung Nugroho-Markarius Anwar Jadi Pasangan Untuk Pilwako

Hukum
Senin, 15 Juli 2024 | 20:17:21 WIB
Dimaafkan Korban, Pria Pengangguran Pencuri HP Dibebaskan Jaksa
Senin, 15 Juli 2024 | 10:25:50 WIB
Operasi Patuh LK 2024 Dimulai, Kapolda Riau: Utamakan Persuasif dan Edukatif, Hindari Arogan
Minggu, 14 Juli 2024 | 20:37:30 WIB
2 Tersangka Pengedar Sabu di Rohil Diamankan

OTOMOTIF
otomotif, Minggu, 26 Mei 2024 | 20:27:37 WIB
CDN Riau Rangkul 27 SMK Jadi Sekolah Binaan
otomotif, Minggu, 12 Mei 2024 | 18:48:32 WIB
Shacman X 3000 Terbaru Diluncurkan di Pekanbaru
otomotif, Kamis, 25 April 2024 | 20:16:12 WIB
CDN dan Polresta Pekanbaru Ajak Kartini Muda Cari Aman

ZONA RIAU
pekanbaru, Senin, 15 Juli 2024 | 20:22:44 WIB
Ratusan Balita di Pekanbaru Masih Stunting
pelalawan, Senin, 15 Juli 2024 | 20:10:45 WIB
Bidan Desa di Pelalawan Diminta Fokus Tangani Stunting
dumai, Senin, 15 Juli 2024 | 14:57:35 WIB
Sinergi Jaga Ketahanan Energi Nasional, PT KPI Unit Dumai Gelar Rakor Bersama PHR

ETALASE
etalase, Senin, 15 Juli 2024 | 19:38:30 WIB
Utamakan Pendidikan STEM, PHR Raih Penghargaan dari Kemendikbudristek
etalase, Senin, 15 Juli 2024 | 13:12:29 WIB
Dharma Karya Kencana Perkuat Komitmen Nusalima Medika Cegah Stunting dan Wujudkan Keluarga Berencana
etalase, Kamis, 11 Juli 2024 | 13:35:31 WIB
Jumat ini ke Jakarta, Kaban Kesbangpol Riau Lepas 2 Siswa Menjadi Paskibraka Nasional


OTOMOTIF