Minggu | 20 Oktober 2019
Lions Club Operasi Gratis 88 Penderita Katarak
Organisasi dunia yang konsen terhadap pengabdian kemanusian, Lions Club (LC).


Minggu | 20 Oktober 2019
IKPTB Berhasil Kumpulkan 240 Kantong Darah
Ikatan Keluarga Persaudaraan Tionghoa Bengkalis (IKPTB) mengadakan kegiatan.


Kamis | 17 Oktober 2019
Perayaan Hari Raya Kathina Dana dan Hari Besar Bodhisatva Mahasthamaprapta
Persamuan Umat Buddha (PUB) Bodhisatva Mahasthamaprapta Pekanbaru Jalan.

Rubrik : inhil
Pemkab dan DPRD Inhil Sepakat Gelper Ditutup
Editor : wisly | Penulis: Yendra
Selasa , 13 Agustus 2019
RDP DPRD dengan beberapa OPD yang bersinggungan dengan gelper dan hiburan malam. (yendra)

TEMBILAHAN - Menindaklanjuti aksi damai yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila menuntut penutupan Gelanggang Permainan (Gelper) dan Hiburan malam beberapa waktu lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Kesbangpol, Dinas Perizinan, SatPol PP, Dinas Pariwisata, Selasa (13/8). Dari rapet itu disepakati oeprasional gelper ditutup.

Rapat menetapkan keputusan tuntutan menutup gelper dan hiburan malam yang dilayangkan oleh Pemuda Pancasila serta resmi di tutup. Dalam rapat tersebut juga hadir perwakiln Ormas Pemuda Pancasila, Granat, NU, MUI, FPI dan MPI.

Dinas Perizinan Kabupaten Inhil mengatakan, di Tembilahan ada 4 usaha gelper, hanya 1 yang memiliki surat izin tetapi itupun sudah habis masa berlakunya.

"Ada juga yang memiliki izin yang seharusnya difungsikan untuk permainan anak-anak, tetapi digunakan oleh orang dewasa dan disalah gunakan," katanya.

Kemudian, Kasatpol PP,  TM Syaifullah mengatakan tidak tahu keberadaan Online Single Submission (OSS) alias perizinan usaha terintegrasi.

"Kalau kita sama sama mengetahui tidak memiliki izin, maka kami akan menutup Gelper tersebut sesuai prosedur," Kata Kasatpol PP TM Syaifullah

Begitu juga dengan perwakilan Dinas Pariwisata mengatakan, ia sudah membuat Perda tahun 2017 tentang Penyelenggara Pariwisata. Di dalamnya juga membahas terkait dengan arena ketangkasan.

"Tetapi yang ada (bisa) diizinkan adalah arena berkuda dan memanah, jadi tidak ada gelanggang permainan seperti judi dan lain-lain," ungkapnya.*




Berita Lainnya