|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Dumai menggelar acara sosialisasi anti politik uang saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang dikemas melalui kegiatan gelar seni dan budaya dilapangan taman bukit gelanggang Jalan HR Subrantas Dumai, 9 - 10 November 2024.
Selain mengkampanyekan perlawanan anti politik uang, Ketua Bawaslu Dumai Agustri juga mengajak warga untuk menghindari penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial. “Kita berharap seluruh warga menolak politik uang, menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial dan media lainnya,” katanya, Senin (11/11/2024).
Acara tersebut dihadiri Pjs Wali Kota Dumai TR Fahsul Falah, Danlanal Dumai, unsur Forkopimda Kota Dumai, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, Ketua Bawaslu Kota Dumai Agustri beserta Komisioner, Ketua KPU Kota Dumai dan tamu undangan lainnya.

Agustri mengungkapkan bahwa, gelar budaya yang diselenggarakan Bawaslu merupakan langkah penting menciptakan Pilkada yang bersih, jujur dan berintegritas.
“Tanggung jawab pengawasan pilkada ada di tangan kita semua. Warga harus saling mengingatkan dan mengawasi agar tidak ada yang terjerat tindak pidana pemilu ataupun pidana lainnya terkait pilkada,” Pesan Agustri.
Sementara itu Pjs Wali Kota Dumai menyampaikan rasa apresiasi yang luar biasa atas upaya yang telah dilakukan Bawaslu Kota Dumai agar pelaksanaan pesta demokrasi pada 27 November di Kota Dumai berjalan aman, lancar, dan bersih dari praktik politik uang.
"Atas nama Pemerintah Kota Dumai tentunya menyambut baik kegiatan positif ini, sebagai media edukasi sekaligus sebagai sarana bagi Bawaslu untuk membumikan pengawasan berbasis masyarakat," ucapnya.
Menurut Pjs Wali Kota Dumai, kegiatan ini sangat penting guna membangun kesadaran kolektif antara penyelenggara Pilkada dan masyarakat secara partisipatif dalam melakukan pengawasan Pilkada, serta meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan Pilkada 2024 di Kota Dumai.
Terakhir, TR Fahsul berpesan kepada pihak Bawaslu Kota Dumai, pihak terkait dan lapisan elemen masyarakat agar lebih memasifkan informasi untuk meningkatkan pemahaman kepada warga untuk tidak melakukan praktik politik uang, mentaati peraturan perundang-undangan mengenai larangan praktik politik uang, melaporkan kepada pengawas pemilu terdekat apabila ada dugaan praktik politik uang, dan mensosialisasikan kepada warga terkait larangan dan sanksi money politik.
"Dalam momentum ini mari bersama kita jaga integritas pemilu, dan meminimalkan praktik politik uang yang dapat merugikan jalannya pesta demokrasi di Kota Dumai yang kita cintai," pungkasnya. (Inf)