|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SELAT PANJANG - Kabupaten Kepulauan Meranti melanjutkan optimalisasi lahan pertanian melalui bantuan Program Optimasi Lahan Rawa (OPLA) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI). Tahun 2025 mendatang, tambahan lahan seluas 1.200 hektare akan dilakukan, melengkapi lahan yang sebelumnya telah dioptimalkan seluas 790 hektare. Total lahan yang dioptimalkan mencapai 1.990 hektare.
Optimalisasi lahan mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, seperti tanggul, pintu klip, normalisasi saluran air, embung, pengadaan pompa, sekat kanal, hingga pembangunan jembatan usaha tani dengan anggaran bernilai miliaran rupiah. Tentunya memungkinkan para petani untuk meningkatkan intensitas tanam menjadi dua kali dalam setahun (IP 200).
Langkah awal program diawali dengan survei investigasi desain (SID), yang dilakukan dengan melibatkan kelompok petani di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan. Survei bertujuan menggali permasalahan yang dihadapi petani dan mencari solusi bersama.
Program OPLA di Meranti tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi menekankan kolaborasi antara berbagai instansi. TNI bertindak sebagai pelaksana utama, sedangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Meranti berperan sebagai pendamping.
Melalui Program OPLA, produktivitas pertanian di Kepulauan Meranti meningkat signifikan. Dalam satu kali panen, lahan seluas 2.900 hektare mampu menghasilkan 8.000 ton gabah, yang setelah dikonversi menjadi beras menghasilkan sekitar 5.000 ton. Dengan panen dua kali setahun, hasil produksi dapat mencapai 10.000 ton beras, meski angka ini masih setengah dari kebutuhan tahunan Meranti yang mencapai 20.000 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti, Ifwandi SP, mengatakan program Opla di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan buah dari kerja keras Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar.
Ia menjelaskan, program berhasil didapatkan setelah Asmar melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qalbi.
"Bupati Asmar berjuang keras untuk mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, dan hasilnya program Opla ini turun ke Meranti," ujar Ifwandi.
Dikatakannya, Wakil Menteri Pertanian menyambut baik permintaan tersebut dan memberikan perhatian khusus pada permasalahan pertanian di Meranti. Program diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendorong perekonomian masyarakat melalui optimalisasi potensi pertanian lokal.
Dengan adanya infrastruktur ini, lanjutnya, segala persoalan yang menyangkut masalah para petani sudah diatasi dan diharapkan lahan rawa yang sebelumnya kurang optimal bisa diolah dengan lebih efisien, sehingga hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat.
Selain itu, semua pengolahan lahan sampai dengan panen nantinya menggunakan peralatan pertanian dan tidak lagi menggunakan manual.*