Kamis | 07 Februari 2019
Butuh Kegigihan, Pengorbanan dan Kerja Keras
Wanita Tionghoa asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Dr Santy A Md AK SH.


Minggu | 03 Februari 2019
178 Siswa SPN Polda Riau Kunjungi Vihara Kwan Tee Kong Bio
Sekitar 178 siswa SPN Polda Riau berkunjung ke Ling Thian Miao (Vihara Satya.

Rubrik : Potensa | Rabu, 13 Februari 2019
Telkomsel Terapkan Aplikasi Digital Desa di Pasaman
Editor : wisly | Penulis:

Wali Nagari Kinali - Syafrial S.Pd bersama Manager CSR Environment and Ecosystem - Jowvy Kumala melakukan peresmian dan penggunaan digital center sebagai tempat akses informasi yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat desa Kinali Pasaman Barat.


PASAMAN - Selama dua hari, Telkomsel menurunkan 10 orang karyawannya untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam kerja sukarela melalui program Employee Volunteering di desa Kinali Pasaman Barat. Para relawan tersebut hadir untuk menularkan gerakan peduli lingkungan (green movement) serta memberikan edukasi kewirausahaan, literasi keuangan juga pemasaran digital, melalui pemanfaatan platform aplikasi digital yang diberi nama Baktiku Negeriku (BN).

Baktiku Negeriku merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkomitmen dalam melakukan pendampingan wilayah pedesaan Indonesia melalui penyediaan akses informasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital. Program ini memiliki tujuan pengembangan 4 aspek utama, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement serta industrial relationship dengan mengkolaborasikan Corporate Management melalui keterlibatan Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT).

Manager Branch Padang, Mulyadi Indra mengatakan, Telkomsel menyadari pentingnya edukasi dan sarana penunjang untuk mewujudkan Indonesia digital.

"Melalui program Baktiku Negeriku, kami hadir dalam membangun sinergi yang kuat antara masyarakat dan perangkat desa bersama mengangkat potensi desa di dunia digital. Kami ingin mendukung terciptanya ekosisitem digital desa, dimana masyarakat juga bisa ikut memanfaatkan kemajuan teklnologi digital yang ada untuk hal yang positif dan mengangkat kemajuan ekonomi desa.” jelasnya.

Fase pertama dari program ini telah dituntaskan di delapan titik yang tersebar di seluruh Indonesia, pada tahun 2017 lalu. Gelaran fase kedua berlanjut lagi pada akhir tahun 2018 dimulai dari Desa Gambung Ciwidey, kemudian bergeser ke Lembang-Bandung pada awal tahun 2019 dan berlanjut ke wilayah agrowisata desa Salem di Purwakarta Kemudian dilanjutkan ke wilayah perkebunan Simanindo Samosir Sumatera Utara dan kini berlanjut diwilayah Pasaman Barat Sumatera Barat.

Telkomsel menargetkan total 14 Desa di seluruh Indonesia yang akan dimaksimalkan potensi daerahnya melalui program ini.

Desa Kinali memiliki potensi yang menarik untuk diangkat sebagai lokasi program Baktiku Negeriku. Antara lain di bidang perkebunan seperti sawit, untuk pertanian wilayah desa Kinali memiliki potensi pengembangan buah alpukat serta jagung pipih. Di bidang wisata terdapat embung bancah sopan terletak di jorong sigunanti  yang memiliki view di kelilingi bukit disekitarnya

Selain itu, desa ini juga punya potensi dibidang UMKM yang cukup besar khususnya dalam industri pengelolaan makanan dari hasil panen masyarakat setempat seperti pengolahan keripik pisang,sale,tempe serta pengelolaan makanan lainnya juga terdapat kerajinan tangan berupa manik-manik dan anyaman tikar.

Kegiatan ini menyasar pada komunitas warga desa seperti Karang Taruna dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta para pelajar. Disini relawan karyawan Telkomsel ikut membaur berbagi ilmu agar masyarakat desa dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital secara efektif dan kreatif dalam memajukan ekonomi desa, sebagai bagian dari penerapan konsep smart people.

“Kami senang masyarakat desa Kinali menyambut positif kegiatan Baktiku Negeriku ini. Kami harap melalui kegiatan ini dapat tercipta ekonomi desa yang lebih baik lagi, khsusnya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada. Telkomsel hadir tidak hanya memberikan produk dan layanan terbaik untuk masyarakat, tetapi juga memastikan layanan tersebut dapat dimanfaatkan dengan positif dan maksimal, khususnya untuk mengangkat sektor ekonomi dan agrowisata seperti di desa kinali ini”, pungkas Mulyadi Indra.(rls)



Berita Lainnya