|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau melakukan penyelamatan terhadap seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang tersesat di kebun sawit milik warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.
Kepala BBKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, kejadian bermula pada Minggu (9/3/2025), ketika masyarakat setempat melaporkan bahwa anak gajah tersebut ditinggalkan oleh induknya yang bergerak menjauh bersama kelompok gajah lainnya.
"Anak gajah diperkirakan berusia sekitar dua bulan itu berjenis kelamin jantan dan ditemukan dalam kondisi sehat, meskipun belum dapat mengonsumsi makanan selain susu," ujar Genman, Senin (10/3/2025).
Menurut Genman, tim penyelamat dari unit satwa liar BBKSDA Riau segera melakukan evakuasi dan membawa anak gajah tersebut ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas untuk perawatan lebih lanjut.
"Kondisi fisik anak gajah ini sehat, namun mengingat usianya yang masih sangat muda, kami memutuskan untuk merawatnya di PLG Minas dengan pengawasan intensif untuk memastikan kesehatannya. Usia bayi seperti ini sangat rentan terhadap penyakit," kata Genman.
Keberadaan anak gajah yang terpisah dari induk dan kelompoknya berpotensi menyebabkan interaksi negatif dengan manusia atau satwa liar lainnya.
Oleh karena itu, tim BBKSDA Riau juga sedang berupaya mencari induk dan kelompok gajah tersebut untuk memastikan anak gajah ini dapat segera dilepasliarkan dan bergabung kembali dengan kelompoknya di habitat alaminya.
BBKSDA Riau mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi dengan cepat dan membantu proses evakuasi anak gajah ini.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan satwa liar, seperti perburuan, penyiksaan, atau penangkapan satwa yang dilindungi oleh undang-undang.
"Untuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi, kami mengimbau agar dapat beradaptasi dengan keberadaan satwa liar dan turut berperan dalam melindungi keberlangsungan hidupnya," tambah Genman.
BBKSDA Riau menegaskan bahwa satwa liar, khususnya yang dilindungi seperti Gajah Sumatera, harus dijaga kelestariannya demi keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan satwa di habitat alaminya.*