|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan uji tera di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (17/3/25) sore. Dua SPBU tersebut yakni 14-282-621 dan 14-282-603, di Jalan Sudirman, Pekanbaru.
Uji tera tersebut turut dihadiri Sales Branch Manager Fuel 1 Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Indra Pratama dan jajaran, Sales Branch Manager Fuel 3 Riau, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, M. Taufik Ridwan Lubis, Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Sakinah, Penera Madya Metrologi Disperindag Kota Pekanbaru, Neavis Wandi, Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), dan perwakilan kepolisian.
Menurut Indra Pratama, pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kuantitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU yang diterima konsumen.
"Uji tera yang kita lakukan di Pekanbaru, Riau ini untuk memastikan akurasi volume BBM yang diterima konsumen dengan menggunakan alat ukur BBM yang sudah terverifikasi yang kita sebut bejana dengan ukuran 20 liter, " ujar Sales Branch Manager Fuel 1 Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut ini.
Hasilnya, terang Indra Pratama, SPBU pertama yakni 14-282-621, menunjukkan selisih 10 mili liter (ml), sedangkan SPBU kedua, 14-282-603, memiliki selisih 25 ml.
"Dari angka pengujian ini masih dalam batas toleransi akurasi, di mana batas ketentuan akurasinya di angka 60 ml," kata Indra Pratama.
Sales Branch Manager Fuel 3 Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, M. Taufik Ridwan Lubis, menambahkan, uji tera yang di SPBU ini merupakan bentuk komitmen pihak Pertamina dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.
'Kami memastikan semua produk yang didistribusikan dari terminal BBM telah melalui uji kualitas dan kuantitas yang ketat. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan kepastian kepada konsumen,” kata Taufik.
Selain itu, lanjut Taufik, pengecekan ini juga menjadi upaya untuk mendeteksi potensi penyimpangan dalam takaran BBM. Mengingat sebelumnya, pihaknya ada menerima informasi dari masyarakat dan ditindak lanjuti ditemukan dan terbukti dua SPBU di Kuantan Singingi (Kuansing) yang melebihi ambang toleransi dalam takaran nozzle.
"Atas kejadian itu, kita (Pertamina) langsung menyegel nozzle yang bermasalah tanpa menghentikan operasional SPBU secara keseluruhan di dua SPBU itu, " papar Taufik.
Di kesempatan ini, Taufik juga berulang kali meminta masyarakat untuk lebih aktif dalam memastikan kualitas BBM yang dibeli.
"Jika masyarakat menemukan pelanggaran, bukti kecurangan atau keluhan terkait produk dan layanan, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135,” imbau Taufik.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Sakinah, memgatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terkait pendistribusian BBM bersubsidi seperti biosolar dan Pertalite.
“Kami lebih fokus pada kuota pendistribusian. Namun, jika ada laporan dari masyarakat atau pemerintah terkait dugaan penyimpangan, kami siap menjembatani dan menindaklanjuti," sebut Sakinah.
Sedangkan Penera Madya Metrologi Disperindag Kota Pekanbaru, Neavis Wandi, mengatakan pihaknya mendampingi Pertamina dalam proses uji petik kuantitas volume BBM.
“Hasilnya masih dalam batas toleransi yang diizinkan dan mendekati nol. Ini menunjukkan bahwa SPBU yang diuji mematuhi aturan yang ditetapkan,” ucapnya.
Neavis juga menekankan bahwa Disperindag rutin melakukan uji tera dan tera ulang terhadap SPBU.
“Biasanya SPBU menjaga sertifikat teranya tetap berlaku. Jika ditemukan tidak berlaku, maka transaksi yang dilakukan bisa dikategorikan ilegal,” pungkasnya. *