|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Karhutla Fun Run 2025 secara serentak di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau, Minggu, 13 April 2025.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menyampaikan bahwa kegiatan lari sejauh lima kilometer ini diinisiasi oleh Kepala Polda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana edukasi dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan bersama-sama mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Lebih dari 15.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas lari, hingga pegawai instansi pemerintah, diperkirakan akan ambil bagian dalam kegiatan ini.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat Riau terhadap dampak buruk kebakaran hutan dan lahan. Melalui acara ini, kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan," ujar Anom.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Taufiq OH, menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca menunjukkan tanda-tanda pergeseran menuju musim kemarau panjang yang ekstrem.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla sejak 1 April hingga 30 November 2025 melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS 292/III/2025.
"Status siaga darurat ini penting untuk mempercepat upaya mitigasi dan penanggulangan dampak perubahan cuaca ekstrem. Karena itu, Karhutla Fun Run menjadi salah satu langkah edukatif dan sosialisatif dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya karhutla," kata Taufiq.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk lebih dini menyikapi kondisi tersebut secara serius.
"Mari kita bersama-sama menyadari dampak musim kemarau ekstrem di Provinsi Riau. Kita berharap melalui gerakan ini, seluruh masyarakat dan aparat dapat lebih siaga, sadar, dan peka dalam menjaga lingkungan," tambahnya.
Untuk wilayah Kota Pekanbaru, kegiatan ini dipusatkan di Jalan Gajah Mada dan dimulai pukul 05.30 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan 3.000 peserta di wilayah Pekanbaru.
"Rutenya dimulai dari Jalan Gajah Mada, berbelok ke Jalan Sudirman, dan kembali finis di Jalan Gajah Mada. Sepanjang rute, peserta akan dihibur dengan pertunjukan budaya lokal seperti tari-tarian tradisional," jelas Jeki.
Selama kegiatan berlangsung, akses jalan di sepanjang rute akan ditutup sementara. Arus lalu lintas akan dialihkan ke jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
Sebanyak 385 personel gabungan dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan untuk pengamanan.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengapresiasi inisiatif Polda dan Pemprov Riau, serta mendorong keterlibatan aktif pelajar dan orang tua dalam kegiatan ini.
“Untuk memeriahkan kegiatan ini, kami mengajak guru, siswa SMA, dan para orang tua untuk ikut serta. Ini penting agar kesadaran lingkungan tertanam sejak dini. Terima kasih kepada Kapolda dan Gubernur atas inisiatif luar biasa ini,” ucap Zulhelmi.
Di akhir kegiatan ini, peserta dihibur doorpize dengan berbagai hadiah menarik. *