|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU-Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof. Dr.KH Nazarudin Umar, MA dijadwalkan hadir di Menara Dang Merdu BRK Pekanbaru pada 23 April 2025 mendatang. Menag akan membuka sekaligus memberikan keynote Speker Seminar Internasional PERTI. Di tempat yang sama, Prof. Abdul Somad, Lc, DESA, Ph.D atau yang biasa dikenal UAS juga akan memberikan Khutbah Iftitah. .
Pada rangkaian acara itu UAS juga akan dilkukuhkan Ketua PP PERTI, Drs. Syarfi Hutauruk, MM sebagai Direktur Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan PERTI Nasional (LP3N). Bersamaan dengan Pengukuhan Pengurus LP3N itu juga akan dilaksanakan dua agenda besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), 22-24 April 2025 mendatang. Kedua agenda besar itu yakni Seminar Internasional dan Muzakarah Pimpinan Pendidikan PERTI.
Demikian diungkapkan Ketua Panitia Seminar Internasional Muzakarah Pimpinan Pendidikan PERTI dan Pengukuhan Pengurus LP3N, Dr.Ir.Gamal Abdul Nasir, MM dalam keterangannya di Wareh Kupie, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Rabu (17/4/2025). Turut hadir, Koordinator Humas Panitia, Ir.Fakhrunnas MA Jabbar, M.Ikom dan Steering Committee, Prof.Dr.Munzir Hitami, MA yang juga mantan Rektor UIN Suska Riau.
Gamal Abdul Nasir lebih jauh memaparkan, Menteri Agama RI, Prof.Dr.KH Nazarudin Umar, MA dijadwalkan membuka acara Seminar Internasional Pimpinan Pendidikan PERTI . Acara yang diikuti sekitar 300 orang peserta dari seluruh Indonesia itu juga akan dihadiri oleh, Pembina PP PERTI yang juga mantan Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang, Gubernur Riau, H.Abdul Wahid, M.Si dan lain sebagainya.
"Pada kesempatan itu Direktur LP3N, Prof.Abdul Somad, Lc, DESA, Ph.D juga dijadwalkan menyampaikan Khutbah Iftitah Membangkitkan Ghirah Pendidikan PERTI. Pada khubah ini UAS akan membahas pokok-pokok pikiran dalam Pendidikan PERTI, yang belum pernah disampaikannya di forum manapun juga" imbuhnya.
Dr.Ir.Gamal Abdul Nasir, MM lebih jauh menjelaskan, Seminar Internasional yang dilaksanakan setelah Pengukuhan Pengurus LP3N, menghadirkan lima nara sumber dari Negara Brunai, Malaysia dan Indonesia. Masing-masing Rektor UISSA Brunai, YM.Dato Seri Setia Dr.Haji Nor Arfan Bin Haji Zainal dengan tema Peran Kerajaan Brunai Darusalam dalam Menjayakan Pendidikan Islam, Guru Besar Universiti Brunai Darusalam,Prof.Dr.Gamal Abdul Nasir Zakaria, MA akan mengupas Sistem Pendidikan Sekolah Arab di Brunai Darusalam.
"Prof.Dr. Azmil Hashim akan membahas Sistem Pendidikan Islam di Perak Malaysia serta Cabaran di Masa Depan. Sementara dari Indonesia, Waketum PP PERTI Prof.Dr.Duski Samad, MA akan mengupas Dinamika Tradisi dan Transpormasi Pendidikan PERTI serta Dosen UIN Imam Bonjol Padang. Dr.Muhammad Kosim, MA akan menyampaikan materi Syekh Sulaiman Arasulli;Pendidikan Inovatif dan Adaptif," ujarnya.
Muzakarah Pimpinan Pendidikan PERTI
Gamal selanjutnya menyampaikan bahwa setelah seminar Internasional, pada malam harinya dilaksanakan Muzakarah Pimpinan Pendidikan PERTI yang bertempat di PP Nurul Azhar. Muzakarah ini akan membahas sistem Pendidikan PERTI antara lain akan membahas Sistem pembelajaran Kitab Kuning di PP Al-Munnawwarah, Sistem Pembelajaran Kitab Kuning di MTI Canduang, Sistem Pembelajaran Kurikulum Kepertian di SMK DKI Jakarta, Sistem Pembelajaran Kitab Kuning di NTB,Aceh dan Sulsel. Muzakarah akan menghadirkan nara sumber yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
"Pada akhir acara juga akan ditandatangani Kesepakatan antara LP3N dengan Semua Pimpinan Pendidikan PERTI. Kami berharap kegiatan ini akan membawa ghirab baru bagi PERTI," katanya.
Sementara Prof. Dr.Munzir Hitami, MA mengatakan, PERTI adalah organisasi massa Islam di Indonesia yang berhaluan Syafii-Asy'ari. Cikal bakal organisasi ini berawal dari Persatuan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PMTI) yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar-Rasuli pada 5 Mei 1928 M atau 15 Zulqaidah 1346 H di Canduang, Agam, Sumatera Barat dan dalam perkembangannya sempat menjadi partai politik bernama Partai Islam PERTI. Dalam pemilihan umum 1955, Partai Islam PERTI mendapatkan empat kursi DPR-RI dan tujuh kursi Konstituante.
"Tahun 1970-an semasa Orde Baru PERTI Pecah. Semoga dengan kegiatan ini PERTI bangkit kembali, sebelum Pecah PERTI menjadi Organisas masa dengan anggota urutan ketiga terbesar di Tanah Air setelah NU dan Muhamadiyah," ungkapnya.*sp