|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Panitia Waisak Bersama Umat Buddha Pekanbaru 2569 BE audiensi dengan Gubernur Riau Gubri), Abdul Wahid di rumah dinasnya, Sabtu (17/5) pagi. Hadir Ketua Panitia Waisak Bersama, Ket Tjing dari Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI) Riau.
Didampingi Ketua Dewan Pembina PSMTI Riau-Peng Suyoto, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Riau-Kurniadi, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI Riau yang diwakili Sidik, pengurus FKUB Riau-Jono, dua tokoh perempuan Tionghoa, yakni Tifany dan Fransisca Juliana.
Dalam kunjungan tersebut, Panitia Waisak Bersama yang terbentuk dari berbagai komponen Buddhis menyampaikan berbagai kegiatan yang telah digelar, seperti baksos donor darah, pengobatan gratis, penanaman tunas pohon, karya bhakti di Taman Makam Pahlawan, Dharmayatra ke Candi Muara Takus, bazar vegetarian, pawai waisak, dan lainnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan bersempena perayaan Hari Trisuci Waisak 2569 Buddhist Era, Panitia mengundang Gubernur Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau lainnya hadir dalam acara puncak bertajuk Dharmasanti (Sannipata) Waisak pada Sabtu, 31 Mei mendatang.
Gubernur Abdul Wahid menyambut baik kegiatan dan undangan dari Panitia. Beliau akan menjadwalkan agenda untuk bersilaturahmi dalam momen Waisak bersama para tokoh dan umat Buddha pada umumnya.

“Saya akan menyempatkan diri untuk hadir dalam acara (Dharmasanti) Waisak bersama umat Buddha,” jawab Gubernur pilihan mayoritas rakyat Riau pada tahun 2024 tersebut.
Dalam kesempatan pertemuan langsung dengan para tokoh yang hadir, Gubernur Abdul Wahid menyampaikan dengan anggaran yang minim, beliau akan lebih memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Termasuk rencana penataan bagian kota tua menjadi kawasan Water Front City di tepian Sungai Siak, termasuk area ‘chinatown’ yakni Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui umum, Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru di sekitar Pasar Bawah dan Jalan Dr. Leimena (dahulu bernama Jalan Karet) dalam Kelurahan Sago merupakan salah satu ikon Kota Bertuah. Lokasi tersebut sering dijadikan pusat berbagai kegiatan seperti perayaan bersempena Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, Waisak, dan kegiatan seni budaya lainnya.
Pertemuan dan perbincangan dalam suasana penuh keakraban diakhiri dengan foto bersama, karena Gubernur Riau masih ada agenda lainnya.*