|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Umat Buddha diharapkan hidup saling berdammpingan dan bersatu untuk mensukseskan pembangunan di Provinsi Riau. Kemudian meningkatkan toleransi antar umat beragama.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid saat menghadiri Dharmasanti Waisak 2569 BE/2025 yang digelar di Hotel Furaya, Pekanbaru, Sabtu (31/5/2025) malam. Dharmasanti Waisak dihadiri ribuan umat Buddha di Pekanbaru.
Gubri berharap Dharmasanti Waisak sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan perdamaian. Dimana Waisak telah berlangsung selama ribuan tahun menjadi pengingat nilai-nilai luhur.
"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendukung dan memberikan apresiasi terselengaranya rangkaian kegiatan Waisak, seperti donor darah, pengobatan gratis, penanaman pohon, bantuan untuk keluarga kurang mampu, serta karya bakti. Kegiatan mencerminkan nilai luhur serta kontribusi umat Buddha dalam pembangunan kehidupan sosial yang harmonis," ujarnya.
Menurutnya, hal ini membuktikan masyarakat Riau hidup berdampingan, bahkan Provinsi Riau mnempati urutan kedua indeks kerukunan umat beragama.
Pada kesempatan tersebut, Gubri mengatakan, di tahun-tahun mendatang Pemprov Riau siap fasilitasi perayaan waisak di Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar. Hal tersebut untuk mendukung pariwisata serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Jika perlu waisak tahun depan kita laksanakan di Candi Muara Takus," kata Guri diikuti tepuk tangan para peserta Waisak.
Sementara itu, YM Bhante Khemacaro Mahathera dalam pesan Waisak menyampaikan kepada umat untuk terus bersinergi dengan pemerintah mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera.
Selain itu, berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur candi Muara Takus yang dibagun pada abad ke tujuh masehi. Sehingga perayaan Waisak nantinya bisa dilaksanakan di Candi Muara Takus.
Ketua Panitia Waisak Bersama, Ket Tjing menambahkan, Dharmasanti Waisak merupakan puncak perayaan Waisak bersama di Pekanbaru atau sebagai simbolis penutup berbagai rangkaian waisak. Kemudian ajang silaturahmi tokoh lintas agama dan etnis.
"Diperkirakan terdapat 3000 umat Buddha yang datang, termasuk tokoh lintas etnis sebagai komitmen bersama mewujudkan hidup rukun," ungkapnya.
Hadir Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Riau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Kementerian Agama Provinsi Riau, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau dan berbagai majelis Agama Buddha di Pekanbaru.*