Mei 2026
02

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Bukan Bullying, Ini Penyebab Kematian Siswa SD di Inbu
inhu | Rabu, 4 Juni 2025 | 18:16:16 WIB
Editor : Novia | Penulis : Linda

PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah RK (8), siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Siswa kelas 2 SD di Seberida itu awalnya diduga meninggal dunia lima hari setelah diduga mengalami perundungan (bullyiing) dari kakak kelasnya.

Akhirnya takbir kemarian RK pun terungpkqp usai autopsi oleh Tim Forensik Polda Riau yang dipimpin AKBP Supriyanto bersama dr. Muhammad Tegar Indrayana Sp.F, spesialis forensik dan medicolegal dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Baca :

Durektur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan menjelaskan, tim media melakukan pemeriksaan luar dan dalam. Hasilnya ditemukan sejumlah luka dan kelainan pada tubuh korban.

Selain itu, juga ditemukan memar pada perut dan paha serta resapan darah pada jaringan lemak perut sebelah kiri.  

"Luka-luka tersebut diduga diakibatkan oleh benturan benda tumpul. Namun, penyebab utama kematian disimpulkan berasal dari infeksi sistemik akut akibat pecahnya usus buntu (appendiks)," ujar Asep, di Mapolda Riau, Rabu (4/6/2025).

Di kesempatan itu, Kasubbid Dokpol Bid Dokkes Polda Riau, AKBP Supriyanto menjelaskan, tim medis menemukan kebocoran pada appendiks yang menyebabkan peradangan luas di rongga perut (infeksi peritonitis) hingga memicu kegagalan sistemik dan mengakibatkan kematian.

"Hasil autopsi ditemukan memar pada perut bagian kiri, paha, serta resapan darah pada jaringan lemak perut. Kami juga menemukan perforasi atau kebocoran pada usus di perut bagian kanan," jelasnya.

"Dari seluruh temuan, kami menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah infeksi sistemik yang luas akibat pecahnya usus buntu atau appendiks," sambungnya.

Ia menyebutkan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan temuan primer dan penunjang, sesuai prosedur kedokteran forensik.

Kasus ini sebelumnya telah dilaporkan orang tua korban ke kepolisian. Polisi mendalami kasus tersebut.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 22 orang saksi, termasuk tiga tukang urut, dua dokter, kedua orang tua korban, serta lima teman sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru kelas.*

 

 

Terbaru
pekanbaru
Plt Gubri Minta Perusahaan Patuhi Regulasi Ketenagakerjaan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:50:51 WIB
sportainment
Kalahkan Burnley 3-1, Leeds Jauhi Zona Degradasi
Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:50:45 WIB
pekanbaru
3.096 Jemaah Haji Riau Sudah Tiba di Tanah Suci
Jumat, 1 Mei 2026 | 21:10:49 WIB
pekanbaru
Stok Sapi Kurban di Pekanbaru Capai 3.514 Ekor
Jumat, 1 Mei 2026 | 11:05:51 WIB
sportainment
Indonesia Vs Korea Selatan di Semifinal Uber Cup
Jumat, 1 Mei 2026 | 07:26:03 WIB
华 闻
Yayasan Panti Cahaya Kehidupan Bahagia Gelar...
Selasa, 28 April 2026 | 14:52:17 WIB
HPT Rohil Juara Turnamen Tenis Meja IKTS...
Minggu, 26 April 2026 | 18:00:00 WIB
15 Tim Ikuti Tenis Meja IKTS Cup...
Minggu, 26 April 2026 | 11:25:19 WIB
Artikel Popular
2
4
5
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional
Aswin E Siregar Kembali Nahkodai IKA FH USU...
Minggu, 19 April 2026 | 20:32:15 WIB