|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau terus menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hingga saat ini, tim satgas darat tetap disiagakan untuk bergerak cepat jika terjadi kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, menyampaikan personel darat masih di standbykan hingga kini, ada yang di lapangan dan di posko.
"Ada personel seperti Manggala Agni yang rutin melakukan patroli di lapangan, dan ada pula yang standby di posko. Jika ditemukan titik api, mereka akan langsung bergerak untuk melakukan pemadaman," jelas Jim.
Kesiapsiagaan serupa juga dilakukan di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Riau. Setiap BPBD daerah diminta untuk terus memantau situasi dan siap melakukan penanganan cepat.
Selain itu, meski dalam beberapa hari terakhir Riau diguyur hujan, BMKG menyatakan bahwa wilayah Riau masih berada dalam musim kemarau. Kondisi ini tetap berpotensi memicu terjadinya Karhutla jika tidak diantisipasi.
"Kami kembali mengimbau seluruh stakeholder dan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di lahan kering, ataupun membuka lahan dengan cara dibakar," tegasnya.
Saat ini, berdasarkan pemantauan, jumlah hotspot atau titik panas di Riau berada pada angka nihil. Meski demikian, beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran di beberapa titik, namun berhasil dikendalikan oleh tim satgas darat.
"Situasi titik api saat ini nihil. Beberapa kebakaran yang sempat terjadi sudah berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan," pungkas Jim.
BPBD Riau mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran hutan maupun lahan di sekitarnya.*