|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI – Polres Dumai menggelar Lomba Kreatif Polri dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Sabtu (21/6/2025). Lomba meliputi kategori pantun, puisi dan syair.
Acara ini dibuka oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Dumai, Kompol Rahmat Syah, di Aula Wicaksana Laghawa Polres Dumai, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.
Lomba ini sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Melayu serta mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kompol Rahmat dalam samnutannya menekankan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi peringatan ulang tahun Kepolisian Republik Indonesia, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Hari Bhayangkara adalah waktu untuk refleksi dan evaluasi, sekaligus memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Salah satu bentuk kedekatan itu kita wujudkan hari ini melalui lomba budaya yang berakar dalam tradisi lokal, yakni berbalas pantun,” ujarnya.
Kompol Rahmat juga menegaskan bahwa pantun, puisi, dan syair bukan sekadar karya sastra, tetapi sarana penyampaian nilai moral, budaya, dan pesan kebangsaan.
"Pantun bukan sekadar permainan kata. Di dalamnya terkandung canda, nasihat, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan tagline Hari Bhayangkara ke-79, yaitu “Polri untuk Masyarakat”, serta mendukung upaya mendekatkan Polri dengan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan bernilai seni.
“Melalui lomba ini, kita memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan cinta tanah air dan menggambarkan pengabdian Polri dalam menjaga keamanan. Ini juga menjadi bentuk pelestarian warisan budaya bangsa yang sarat pesan moral dan nilai kebersamaan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga selaras dengan tagline Kapolda Riau, “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”, yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan budaya dan jati diri daerah.
Di tempat sama, Kasat Samapta Polres Dumai, AKP Hardiyanto, menyatakan bahwa lomba ini merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal yang sarat nilai-nilai moral dan edukatif.
"Lomba ini bukan sekadar ajang kreativitas, melainkan juga upaya menghidupkan kembali semangat budaya Melayu yang kental dengan tradisi berpantun," ujar AKP Hardiyanto.
Ia menyebut melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan bahwa Bhayangkara tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga berbudaya dalam karya.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Dumai, H. Indra Gunawan, Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, Wakapolres Dumai, Kompol Rahmat Syah, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Kota Dumai.
Juga hadir Ketua FPK LKKMD Dumai, Chandra Abdul Gani, Ketua DPH LAMR Kota Dumai, Zul, Ketua Dewan Kesenian Dumai, Agoes S. Alam, Tokoh Gagak Hitam Kota Dumai, Datuk Hamka Hasan, beserta sanggar binaannya, Tabuh Gemilang.*