Mei 2026
21

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
34 Anggota Anshor Daulah Riau Ikrar Kembali ke NKRI
hukum | Jumat, 27 Juni 2025 | 20:21:22 WIB
Editor : Novia | Penulis : Linda

PEKANBARU - Sebanyak 34 orang warga Riau yang tergabung dalam kelompok radikal Anshor Daulah melalukan prosesi pelepasan baiat dan ikrar setia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Eka Anshor Daulah itu terdiri dari 32 laki-laki dan 2 perempuan membacakan seklarasi di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau, Jumat (27/6/2025).  

Setelah itu, para peserta yang mengenakan busana hitam putih, secara bergantian dengan khidmat mencium bendera Merah Putih dan menandatangani surat pernyataan resmi.

Baca :

Jaringan Ansor Daulah yang diketahui berafiliasi dengan ISIS. Sebelumnya, puluhan warga itu diamankan oleh Densus 88 Antiteror dan telah diradikalisasi

Wakil Ketua Densus 8 Antiteror, Brigjen Pol I Made Artawan mengatakan, baiat dan ikrar semacam ini bukan hanya simbol, namun landasan transformasi identitas dari radikal ke kebangsaan.

“Prosesi ini bukan akhir, tapi awal pemulihan dan reintegrasi. Setiap warga negara yang pernah tergelincir memiliki hak untuk bangkit dan berkontribusi kembali bagi bangsa," ujar Made Artawan.

Ia menambahkan bahwa momentum ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip restorative justice. "Anda tidak sendiri, kami bersama Anda," ucapnya.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan, baiat dan ikrar setia ini merupakan proses menjadi warga negara Indonesia seutuhnya yang bertugas dan bertanggung jawab menjaga NKRI.

"Kita mempunyai rumah NKRI, Pancasila sebagai dasar negara kita dan Undang- Undang Dasar 1945 sebagai landasan idologi dalam hal berpikir maupun tahap pelaksanaan," jelas Herry.

Ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih pada para serta peserta karena telah berikrar dan menyatakan bersama-sama NKRI dan bersatu melawan kekerasan.

"Ini merupakan bagian dari upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh aparat bersama tokoh agama, tokoh adat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau," katanya.

Herry menegaskan bahwa proses kembalinya eks simpatisan itu harus didukung semua pihak dalam kehidupan sehari-hari. Prosesi ini bertajuk Melindungi Tuah, Menjaga Marwah, Merawat Harmoni.

"Yang kita lakukan hari ini adalah salah satu contoh pendekatan humanis untuk mengembalikan ideologi dan memperkuat NKRI dimasa yang akan datang," jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Riau Abdul Wahid menyatakan ini merupakan titik temu yang baik antara Densus dan masyarakat dalam rangka menciptakan perdamaian bagi warga negara.

"Bersama-sama kita menghilangkan radikalisasi di tengah-tengah kehidupan kita, negara demokrasi. Orang boleh menyampaikan pendapat tanpa mengingkari persatuan dan kesatuan kita," jelasnya.

Abdul Wahid mengingatkan agar seluruh unsur masyarakat bersama-sama mengawasi. "Jangan kucilkan mereka dan mari rangkul mereka bersama-sama," pungkasnya.*

 

 

Terbaru
Artikel Popular
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional