|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini, api melahap kawasan gambut di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kebakaran yang telah berlangsung sejak dua hari terakhir itu menghanguskan lebih dari 15 hektare lahan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, mengungkapkan bahwa petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api.
"Sekarang petugas sedang dalam proses pemadaman," kata Jim saat dikonfirmasi, Senin (30/6/2025).
Menurut Jim, kebakaran terjadi di lahan gambut yang sangat rentan terhadap api. Kondisi cuaca yang panas, tanah kering, serta angin kencang membuat proses pemadaman menjadi semakin sulit.
"Angin cukup kencang dan berpotensi memperluas sebaran api. Tim sudah berusaha maksimal memadamkan api di berbagai titik," jelasnya.
Selain mengandalkan pemadaman dari darat, BPBD juga mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing dari udara. Dukungan dari BMKG dan sejumlah instansi lainnya turut membantu percepatan penanganan.
"Kita juga kerahkan helikopter karena ini lahan gambut dan sudah terbakar selama dua hari," tambah Jim.
Hingga saat ini, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hulu (Inhu). Namun, titik api di Rohul telah memasuki tahap pendinginan.
Berdasarkan data BPBD Riau, total luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 30 Juni 2025 telah mencapai 308,24 hektare.
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang kering dan sangat rawan memicu karhutla besar.
"Kami minta masyarakat tidak membakar lahan, sekecil apa pun itu. Di musim kering seperti sekarang, api bisa cepat membesar dan sulit dikendalikan," tegas Jim.
BPBD masih melakukan pemantauan intensif terhadap potensi meluasnya kebakaran dan telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi ancaman ke wilayah permukiman.*