|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 mencapai 4,16 persen. Naik 0,46 persen poin dibanding periode yang sama tahun 2024.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan, kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja di Bumi Lancang Kuning. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, jumlah angkatan kerja di Provinsi Riau mencapai 3,35 juta orang, meningkat 69,41 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.
"Dari jumlah tersebut, penduduk yang bekerja tercatat 3,21 juta orang, sedangkan yang belum bekerja atau menganggur sekitar 0,14 juta orang," ungkap Asep, Rabu (12/11/2025).
BPS mencatat, sektor pertanian masih menjadi lapangan kerja terbesar di Riau dengan kontribusi 34,40 persen dari total pekerja. Disusul oleh sektor perdagangan sebesar 18,28 persen, dan industri pengolahan sebesar 8,13 persen.
Meski demikian, pekerja di sektor informal tercatat mengalami penurunan. Pada Agustus 2025, jumlah pekerja informal mencapai 52,00 persen atau sekitar 1,67 juta orang, turun 1,93 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
"Begitu juga dengan pekerja setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu, masing-masing menurun sebesar 0,14 persen poin dan 1,33 persen poin," ucap Asep.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Riau juga mengalami peningkatan menjadi 66,55 persen, naik 0,22 persen poin dari Agustus 2024.
TPAK mencerminkan besarnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi. Dari total 5,03 juta penduduk usia kerja di Riau, sekitar 3,35 juta orang masuk ke dalam angkatan kerja, sementara 1,68 juta orang termasuk bukan angkatan kerja.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi dibanding perempuan. Pada Agustus 2025, TPAK laki-laki tercatat 84,68 persen, sedangkan perempuan 47,68 persen. Dibandingkan tahun lalu, TPAK laki-laki sedikit menurun 0,12 persen poin, sedangkan TPAK perempuan justru naik 0,63 persen poin.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Riau meningkat menjadi 5,03 juta orang, bertambah 87,89 ribu orang dibanding Agustus 2024.
Asep menyebut, pertumbuhan penduduk usia kerja yang diikuti peningkatan jumlah angkatan kerja menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat Riau semakin dinamis, meskipun di sisi lain tingkat pengangguran juga mengalami kenaikan.
"Kami berharap tren ini dapat menjadi perhatian bersama, agar penyerapan tenaga kerja bisa terus ditingkatkan, terutama di sektor non-pertanian yang potensinya besar," pungkas Asep.*