|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Riau. Hingga saat ini, BPBD Damkar Riau mencatat empat daerah masih berjuang melawan api, yakni Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa tim gabungan terus bekerja di lapangan untuk memadamkan titik-titik api. Namun, upaya mereka kini hanya bertumpu pada pemadaman darat. Seluruh helikopter water bombing yang sebelumnya memperkuat operasi di Riau telah ditarik kembali ke pusat.
"Petugas gabungan tetap melakukan pemadaman. Kendalanya, di beberapa lokasi sumber air sulit ditemukan," ungkap Edy, Minggu (16/11/2025).
Kondisi ini membuat Pemprov Riau kembali mengajukan permintaan bantuan helikopter water bombing. Penarikan helikopter dilakukan setelah masa kontraknya di Riau berakhir.
"Sekarang heli tidak ada lagi. Semua sudah ditarik ke pusat. Kami sudah mengajukan permintaan bantuan tambahan mengingat karhutla masih terjadi," ujarnya.
Meski tanpa dukungan udara, BPBD Damkar Riau memastikan situasi karhutla masih dalam kategori terkendali. Beberapa wilayah juga mulai diguyur hujan, meski intensitasnya rendah.
"Walaupun masih ada karhutla, kondisinya tetap terkendali. Beberapa daerah sudah mulai turun hujan, meskipun belum merata," sebut Edy.
Sebelumnya, Riau diperkuat 11 unit helikopter untuk menghadapi musim kebakaran. Di antaranya heli water bombing Blackhawk UH-60A, Mi-BAMT, Mi-8AMT, Superpuma, hingga Kamov KA-320.
Untuk patroli udara, tersedia Bell 505, Hell 206 1.4, dan Bell 412 SP milik Kementerian Kehutanan. Seluruh helikopter ini menjadi tulang punggung pemantauan dan pemadaman dari udara.
Pemprov Riau berharap permohonan bantuan helikopter segera dikabulkan agar penanganan karhutla dapat kembali optimal, terutama di wilayah gambut yang sulit dijangkau tim darat.
"Dukungan udara sangat kami harapkan. Situasi di lapangan dinamis dan butuh respon cepat," tutup Edy.
Dengan musim kemarau yang belum sepenuhnya berlalu, kewaspadaan terhadap karhutla di Riau masih harus ditingkatkan.*